Terima Dana 1MDB, Adik Najib Didenda

Terima Dana 1MDB, Adik Najib Didenda
Nazir Razak, adik kandung mantan PM Malaysia Najib Razak. ( Foto: Mole / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 10 Oktober 2019 | 06:30 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Malaysia telah menjatuhkan sanksi denda pada adik mantan perdana menteri Najib Razak dan orang-orang dan perusahaan lain karena menerima uang dari dana negara 1MDB. Hal itu diumumkan kepala anti-korupsi negara itu, Senin (7/10).

Penyelidik Malaysia dan Amerika Serikat (AS) menyatakan sekitar dana US $ 4,5 miliar (sekitar Rp 63,8 triliun) disalahgunakan dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), didirikan pada 2009 oleh Najib.

Najib, yang kalah dalam pemilihan umum tahun lalu, kini menghadapi puluhan tuduhan korupsi dan pencucian uang dana 1MDB. Namun dia mengaku tidak bersalah.

Latheefa Koya, kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), mengatakan badan penyidik tersebut bertujuan untuk merebut kembali RM420 juta (US $ 100 juta atau Rp 1,41triliun) dari individu dan entitas yang diduga menerima dana dicuci melalui akun yang terhubung dengan Najib.

“Kami telah mengeluarkan pemberitahuan majemuk terhadap semua orang dan entitas ini untuk tujuan mereka membayar denda,” kata Latheefa, menambahkan bahwa mereka dapat didenda hingga 2,5 kali jumlah yang diterima.

Menurut Latheefa, orang-orang itu termasuk saudara Najib, Nazir Razak, mantan ketua bank terbesar kedua Malaysia, CIMB, dan Shahrir Abdul Samad, mantan ketua badan minyak sawit negara Felda. Nazir telah menerima cek sekitar RM25,7 juta (Rp86,7 miliar), dari 1MDB.

Seorang juru bicara Nazir tidak segera menanggapi permintaan komentar. Shahrir menolak berkomentar. Dana juga didistribusikan ke perusahaan, partai politik dan organisasi yang terkait dengan koalisi Najib, dari daftar yang disediakan oleh MACC menunjukkan.



Sumber: Suara Pembaruan