Akhiri Konflik 20 tahun, PM Ethiopia Abiy Ahmed Menangi Hadiah Nobel Perdamaian

Akhiri Konflik 20 tahun, PM Ethiopia Abiy Ahmed  Menangi Hadiah Nobel Perdamaian
PM Ethiopia Abiy Ahmed ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 11 Oktober 2019 | 21:30 WIB

Oslo, Beritasatu.com- Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed telah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2019 atas perannya dalam mengakhiri konflik 20 tahun antara negaranya dan negara tetangga Eritrea.

Seperti dilaporkan Financial Times, Jumat (11/10), Komite Nobel Norwegia memuji upayanya untuk mencapai perdamaian dan kerja sama internasional, dan khususnya atas inisiatif yang menentukan untuk menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga Eritrea.

"Apa yang telah dicapai dalam hal normalisasi hubungan antara kedua negara sangat besar," kata Awol Allo, seorang profesor hak asasi manusia Ethiopia.

Menyusul kesepakatan damai bersejarah pada Juli tahun lalu, konflik yang menentang upaya mediasi selama dua dekade tiba-tiba terselesaikan. Perbatasan dibuka kembali, hubungan diplomatik dipulihkan dan keluarga yang dipisahkan oleh perang selama satu generasi dipersatukan kembali.

"Saya benar-benar tidak dapat memikirkan hal lain yang lebih penting bagi keluarga yang tercerai-berai akibat perang yang tidak masuk akal untuk tiba-tiba memiliki harapan itu, kesempatan itu," ujar Allo.

Diangkat pada April 2018, perdana menteri yang berusia 43 tahun mewarisi satu negara yang terhuyung-huyung sejak 25 tahun pemerintahan otoriter dan didera berbulan-bulan protes publik.

Segera, pemimpin muda itu menjanjikan reformasi besar-besaran yang dimaksudkan untuk mewujudkan perdamaian di dalam dan luar negeri.

Dalam enam bulan pertama di kantor, selain mengamankan perdamaian dengan Eritrea, Ahmed membebaskan wartawan dan tahanan politik di Ethiopia, menyambut pulang para pembangkang di pengasingan dan kelompok-kelompok oposisi yang tidak dilarang.



Sumber: Suara Pembaruan