Populasi Menyusut, Korsel Pangkas 100.000 Pasukan dalam 3 Tahun

Populasi Menyusut, Korsel Pangkas 100.000 Pasukan dalam 3 Tahun
Tentara Rakyat Korea (KPA) memberi hormat ketika mengunjungi patung-patung mendiang pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Bukit Mansu untuk memberi penghormatan pada kesempatan peringatan 74 tahun pendirian Partai Buruh Korea, Kamis (10/10/2019). ( Foto: AFP / Kim Won Jin )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:05 WIB

Seoul, Beritasatu.com- Tentara Korea Selatan, Jumat (11/10), menyatakan akan memangkas pasukannya sebanyak 100.000 orang dalam tiga tahun ke depan karena menyusutnya populasi. Pasukan akan dipotong dari jumlah saat ini 464.000 personel pada 2022.

Seoul memberlakukan wajib militer selama dua tahun untuk pria yang berbadan sehat sebagai bagian dari pelayanan membela negara, terutama menghadapi serangan Korea Utara.

Setelah invasi Korut ke Korsel pada 1950 yang didukung sekutu komunisnya, Tiongkok dan Uni Soviet, kedua negara mengalami perang saudara selama tiga tahun.

Perang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, sehingga membuat Selatan dan Utara secara teknis masih berperang dan semenanjung itu terpisah di sepanjang Zona Demilitarisasi.

Sejalan dengan pengurangan itu, korps angkatan darat akan turun dari delapan menjadi enam pada 2022, serta jumlah divisi dari 38 menjadi hanya 33 pada 2025.

Pasukan gabungan Korsel terdiri dari 600.000 personel tergolong jauh lebih kecil dibandingkan Korut yang mempunyai 1,3 militer kuat (termasuk 1,1 juta tentara) berdasarkan buku putih pertahanan Korsel tahun 2018. Para pengamat menilai Pyongyang juga memiliki antara 20-60 hulu ledak nuklir.

Untuk menebus kekurangan pasukan, tentara Korsel menegaskan pengembangan “perubahan permainan generasi berikutnya” seperti kendaraan penerbangan dengan mobilitas tinggi dan sistem intelijen buatan.



Sumber: Suara Pembaruan