AS Kerahkan 3.000 Pasukan Tambahan ke Arab Saudi

AS Kerahkan 3.000 Pasukan Tambahan ke Arab Saudi
Foto dokumentasi pada 18 Juli 2019 ini memperlihatkan Korps Marinir AS Jenderal Kenneth F. McKenzie Jr (ketujuh dari kiri), komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), dan Letnan Jenderal Fahd bin Turki bin Abdulaziz al-Saud (keenam dari kanan), komandan pasukan koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman, ditunjukkan oleh juru bicara koalisi Kolonel Turki bin Saleh al-Malki (kelima dari kanan) yang menunjuk senjata Iran yang disita oleh pasukan Saudi dari pemberontak Houthi Yaman, saat kunjungannya ke pangkalan militer Yaman di al-Kharj di Arab Saudi tengah. ( Foto: AFP / Fayez Nureldine )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:17 WIB

Ankara, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS), Jumat (11/10), mengumumkan pengerahan pasukan tambahan ke Arab Saudi untuk meningkatkan pertahanan kerajaan setelah serangan ke fasilitas minyaknya pada 14 September 2019.

Total sebanyak 3.000 pasukan yang dikirimkan ke Saudi, termasuk skuadron tempur, sayap ekspedisi udara, dan personel pertahanan militer.

AS dan Saudi menyalahkan Iran atas serangan kepada fasilitas minyak milik Saudi Aramco. Serangan oleh pesawat nirawak (drone) itu menyebabkan kebakaran di dua fasilitas minyak perusahaan itu.

Ketegangan AS-Iran meningkat ke tingkat baru sejak Mei 2018 saat pemerintahan Trump menarik diri dari perjanjian nuklir tahun 2015 dengan Teheran, yaitu kesepakatan agar Iran membatasi program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Saat Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan sanksi dengan menekan ekonomi Iran, terjadi serangkaian serangan yang dituduh AS dan sekutu-sekutu dekatnya telah dilakukan oleh Iran. Di antaranya termasuk serangan kepada fasilitas pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia, namun Iran membantah bertanggung jawab atas hal itu.

Sebagai upaya melindungi Arab Saudi, Pentagon menyatakan akan mengirimkan dua baterai tambahan Patriot dan satu sistem Terminal Area Pertahanan Dataran Tinggi (THAAD). Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan pengerahan itu dirancang untuk mencegah Iran.

“Kami pikir penting untuk melanjutkan pengerahan pasukan untuk mencegah dan membela, serta mengirimkan pesan kepada Iran, jangan menyerang negara berdaulat lain, jangan mengancam kepentingan Amerika, pasukan Amerika, atau kami akan memberikan tanggapan,” kata Esper kepada wartawan, Jumat.



Sumber: Suara Pembaruan