Putin Tawarkan Jadi Juru Damai untuk Saudi dan Iran

Putin Tawarkan Jadi Juru Damai untuk Saudi dan Iran
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz (kanan) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di istana Kerajaan Saudi di Riyadh, Arab Saudi. ( Foto: EPA / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:01 WIB

Damaskus, Beritasatu.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menawarkan menjadi juru damai untuk Arab Saudi dan Iran. Pernyataan itu, disampaikan Vladimir Putin, saat berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi, Senin (14/10/2019).

Vladimir Putin mengklaim bisa memainkan peran positif dalam meredakan ketegangan dengan Teheran dan membangun hubungan baik kedua pihak.

Arab Saudi dan Iran telah terlibat dalam ketegangan, pasca serangan yang terjadi di fasilitas minyak Arab Saudi pada 14 September 2019. Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS), menuding Iran terlibat dibalik serangan itu.

Rusia juga memperkuat hubungan dengan Muslim Sunni Saudi dan Syiah Iran, tempat kedua kelompok itu terkunci dalam persaingan yang mengarah kepada perseteruan terbuka setelah serangan terbaru ke aset-aset minyak Saudi di Teluk. AS menyalahkan Iran atas serangan itu, tapi dibantah.

Dalam kunjungan tersebut, Vladimir Putin mengadakan pertemuan bilateral dengan Pangeran Mohammed bin Salman, dan menyepakati 20 perjanjian kerja sama.

Vladimir Putin bahkan menawarkan sistem pertahanan Rusia untuk membantu Arab Saudi menjaga keamanan wilayahnya dari potensi serangan.

Sebagai contoh, Vladimir Putin, mengungkapkan dukungan yang diberikan Rusia kepada pasukan pemerintah Suriah, telah membuat Suriah lepas dari serangan militan yang terafiliasi dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Saat ini, pasukan militer Suriah bahkan telah masuk jauh ke dalam wilayah yang dikuasai pejuang Kurdi dalam rangka membantu serangan lintas perbatasan Turki.

Pada sektor pariwisata, Vladimir Rusia saat ini telah membuka pintunya lebih luas lagi kepada dunia dengan mengurangi pembatasan kunjungan dan meningkatkan aliran wisatawan.

Kepala Badan Federal untuk Pariwisata Rusia, Zarina Doguzova, mengatakan pentingnya bekerja sama dengan Saudi untuk meningkatkan saling keterbukaan dan mengembangkan industri perjalanan yang sukses bagi kedua negara.

“Rusia sekarang sangat fokus untuk mengurangi pembatasan visa dan formalitas. Pada saat ini, visa elektronik digunakan untuk wisatawan yang datang ke kawasan dari Timur Jauh, serta dari kawasan Kaliningrad,” kata Zarina Doguzova.



Sumber: Suara Pembaruan