Papua Tak Bisa Dipisahkan Dari Indonesia

Papua Tak Bisa Dipisahkan Dari Indonesia
Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Damos Dumoli Agusman (berdiri), saat memberikan paparan dalam konferensi hukum internasional di kantor Kemlu, Jakarta, Selasa (15/10/2019). ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 16 Oktober 2019 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritsatu.com - Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri, Damos Dumoli Agusman, mengatakan Papua tak bisa dipisahkan dari Indonesia, karena memiliki keterkaitan historis dan geografi.

Pernyataan itu, disampaikan Damos Dumoli Agusman, saat menjadi pembicara dalam konferensi hukum internasional yang digelar Development of International Law in Asia (DILA), di Jakarta, Selasa (15/10).

Menurut Damos Dumoli Agusman, masalah kedaulatan Indonesia atas Papua dan tuntutan agar Papua lepas dari Indonesia dapat merujuk pada putusan pengadilan internasional atau International Court of Justice (ICJ), terkait pemisahan Kepulauan Chagos dari Mauritius oleh Inggris.

Damos Dumoli Agusmanmenjelaskan, Inggris memisahkan Kepulauan Chagos dari wilayah jajahannya, Mauritius, pada 1965, atau tiga tahun sebelum memberikan kemerdekaan kepada Mauritius pada 1968.

Setelah Mauritius merdeka, Inggris tidak menyerahkan kendali Kepulauan Chagos kepada Mauritius, dan menyebut Chagos sebagai Wilayah Samudera Hindia Inggris (British Indian Ocean Territory/BIOT).

Masalah tersebut kemudian dibawa Mauritius ke ICJ yang berbasis diden Haag, Belanda. Mauritius melalui Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menanyakan klaim Inggris terhadap Chagos kepada ICJ, yaitu sah atau tidaknya tindakan Inggris untuk memisahkan Chagos dari Mauritius.

Pada Februari 2019, ICJ menyatakan pemisahan Chagos dari Mauritius yang dilakukan Inggris adalah ilegal dan negara itu harus secepatnya mengembalikannya kepada pemilik asalnya, Mauritius.

“Ada keputusan ICJ tahun 2019 mengenai Chagos. Ini ceritanya mirip dengan Papua. Karena di Konferensi Meja Bundar Tahun 1949, Belanda memisahkan Papua Barat (dulu Irian bagian barat, Red) dari Indonesia. Sama seperti Inggris yang memisahkan Chagos dari Mauritius, tapi ICJ memutuskan pemisahan Chagos dari Mauritius tidak sah, tidak boleh (dilakukan, red),” kata Damos Dumoli Agusman.

Menurut Damos, putusan ICJ bisa menjadi rujukan bahwa Papua tidak boleh dipisahkan dari wilayah Indonesia sesuai prinsip hukum internasional. Pasalnya, Papua menjadi bagian dari Hindia Belanda, wilayahjajahan Belanda, yang kemudian diserahkan kepada Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 2019.

“Itu yang bisa kita katakan kepada dunia, bahkan ICJ mendukung posisi kita,” ujar Damos Dumoli Agusman.



Sumber: Suara Pembaruan