Perang Dagang

Tiongkok Syaratkan AS Batalkan Semua Kenaikan Tarif

Tiongkok Syaratkan AS Batalkan Semua Kenaikan Tarif
Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng. ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 18 Oktober 2019 | 15:20 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Pemerintah Tiongkok mensyaratkan Amerika Serikat (AS) harus membatalkan semua kenaikan tarif terhadap produk-produk Tiongkok, termasuk pemberlakuan tarif tambahan, jika ingin perang dagang antarkedua negara berakhir.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng, mengatakan posisi utama Tiogkok dalam negosiasi mengakhiri perang dagag dengan AS cukup jelas, yakni bahwa AS harus membatalkan semua kenaikan tarif yang diberlakukan terhadap produk-produk Tiongkok, sejak Juli 2018.

“Tujuan akhir negosiasi antara kedua belah pihak adalah untuk mengakhiri perang dagang, dan membatalkan semua tarif tambahan. Ini bagus untuk Tiongkok, bagus untuk AS dan bagus untuk seluruh dunia," kata Gao Feng, di Beijing, Kamis (17/10/2019).

Meski demikian, lanjut Gao Feng, Tiongkok terbuka untuk merampungkan kesepakatan perdagangan “tahap 1” yang telah dinegosiasikan pejabat tinggi Tiongkok dan AS di Washington, akhir pekan lalu.

Menurut Gao Feng, Tiongkok bersedia mencapai kesepakatan parsial dengan AS, yang diharapkan dapat ditandatangani Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Tiongkol, Xi Jinping, pada November 2019.

Gao Feng mengungkapkan, kesepakatan parsial dengan AS akan mencakup kemajuan ke arah pembatalan semua tarif yang diberlakukan selama perang dagang antarkedua negara, yang telah mengguncang ekonomi global selama 18 bulan terakhir.

Pada kesempatan itu, Gao Feng juga kembali menegaskan komitmen Tiongkok untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS senilai US$ 50 miliar atau sekitar Rp 706,875 triliun, sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan “tahap 1”.

Gao Feng membenarkan bahwa tim negosiasi dari kedua belah pihak telah mempertahankan "komunikasi yang erat" dan bekerja sama untuk merampungkan rincian dari kesepakatan “tahap 1” yang diharapkan menjadi tahap awal menyelesaikan ketegangan hubungan perdagangan antarkedua negara.

“Kami mengharapkan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dapat menandatangani kesepakatan ini, saat bertemu di Konferensi Tingkat Tnggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Chili, pertengahan November 2019,” ujar Gao Feng.

Seperti diketahui, negosiasi perdagangan AS-Tiongkok pekan lalu, menyepakati AS membatalkan rencana kenaikan tarif impor barang-barang Tiongkok sebesar 30% senilai US$ 250 miliar pada 15 Oktober 2019. Namun Presiden AS, Donald Trump, belum membuat keputusan akhir apakah akan tetap memberlakukan kenaikan tarif tambahan yang direncanakan pada 15 Desember 2019.



Sumber: Suara Pembaruan