WHO: Konsumsi Alkohol Rusia Turun 43%

WHO: Konsumsi Alkohol Rusia Turun 43%
Foto dokumentasi pada 26 Agustus 2011, memperlihatkan seorang pengunjung memegang gelas berisi minuman bir di salah satu pub, di Moskwa, Rusia. ( Foto: AFP / DMITRY KOSTYUKOV )
Unggul Wirawan / JAI Jumat, 18 Oktober 2019 | 15:33 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan konsumsi alkohol di Rusia telah turun hingga 43%, sejak 2003 hingga 2016.

WHO menyatakan penurunan konsumsi alkohol Rusia, merupakan dampak positif dari serangkaian tindakan pengendalian alkohol yang diterapkan pemerintah Rusia, dan dorongan menuju gaya hidup sehat.

"Langkah ini membawa kenaikan signifikan bagi harapan hidup orang Rusia, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu negara peminum alkohol terberat di dunia," demikian laporan WHO, yang dipublikasikan di Jenewa, Swiss, Kamis (17/10/2019).

Dijelaskan, konsumsi alkohol telah lama diakui sebagai salah satu faktor pendorong utama kematian di Federasi Rusia, terutama di kalangan pria usia kerja.

Namun sejak 2003 hingga 2018, konsumsi alkohol dan mortalitas di Rusia terus menurun. Hal itu, membawa perubahan paling signifikan bagi penyebab kematian terkait alkohol.

"Pada 2018, usia harapan hidup di Rusia mencapai puncak bersejarah, yaitu 68 tahun untuk pria dan 78 tahun untuk wanita," kata laporan WHO.

Langkah-langkah pengendalian alkohol yang diperkenalkan di bawah kepemimpinan mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, antara lain pembatasan iklan, peningkatan tarif pajak untuk alkohol, dan larangan penjualan alkohol pada jam-jam tertentu.

Pembatasan penjualan alkohol adalah salah satu perubahan paling mencolok di Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Di Moskwa, kios sepanjang malam yang penuh dengan vodka, bir dan ikan kering utuh yang ditempel di kaca, sudah lama hilang.

Pengguna hanya dapat membeli alkohol di toko-toko, atau dari perusahaan pengiriman, hingga pukul 23:00. Pembelian itu termasuk bir yang bahkan tidak digolongkan sebagai minuman keras di masa lalu.

Jika membeli botol vodka atau bir, mungkin orang bisa lupa dan meminumnya di jalan. Namun tindakan itu sudah dilarang, dan denda polisi cukup umum bagi kebanyakan orang untuk mematuhi aturan.

Di samping pembatasan baru, ada dorongan besar pada hidup sehat yang bertepatan dengan perluasan kelas menengah. Banyak orang Rusia yang semakin sadar kesehatan, seperti rekan-rekan orang-orang di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Hal itu, antara lain ditunjukkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang kerap memajang foto atau mengisi kalender dengan pemotretan aksi-maskulin dan gaya hidup sehatnya.

Meski demikian, pola minum di masyarakat Rusia, ternyata berkaitan dengan kekayaan dan gaya hidup. Di komunitas yang lebih miskin, jauh dari kota-kota besar, minuman pengganti yang murah dan alkohol buatan sendiri masih umum.



Sumber: Suara Pembaruan