Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Koalisi Israel

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Koalisi Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam satu upacara penghormatan kepada mantan presiden Mahkamah Agung yang baru saja meninggal, Meir Shamgar menjelang pemakamannya, di Yerusalem, Selasa (22/10). ( Foto: AFP / MENAHEM KAHANA )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:24 WIB

Tel Avi, Beritasatu.com- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menderita kekalahan serius dalam upayanya untuk tetap bertahan sebagai perdana menteri. Dia gagal membentuk pemerintah koalisi baru, tetapi lawannya, Benny Gantz juga menghadapi kesulitan yang sama pada  Selasa (22/10).

Mantan kepala militer Benny Gantz sekarang diperkirakan akan diberikan kesempatan untuk mencoba menegosiasikan koalisi oleh Presiden Reuven Rivlin. Tetapi kebuntuan masih terjadi setelah pemilihan yang diadakan pada 17 September tetap dan pemilihan lain tidak dapat dikesampingkan.

Seperti dilaporkan VoA, setelah mencoba hampir sebulan, PM Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, dia tidak berhasil membentuk pemerintahan baru.

Langkah ini melapangkan jalan untuk mantan Kepala Staf Israel dan saingannya Benny Gantz mengambil alih usaha pembentukan koalisi dengan paling sedikit 61 anggota parlemen di dalam Knesset yang memiliki 120 kursi itu. Tetapi usaha ini pun tidak mudah bagi Gantz.

Presiden Israel Reuven Rivlin belum secara resmi meminta Gantz melakukan hal itu, tetapi purnawirawan militer itu mengatakan dia optimistis mampu melakukannya dalam kurun 28 hari.

“Kami akan mulai bekerja sekarang,” kata Gantz. “Kami selalu optimistis, ini cara pandang hidup kami.”

Partai pimpinan Gantz, Biru Putih, yang sentris meraih kursi terbanyak di parlemen Israel, 33 dibandingkan 32 kursi yang diraih Partai Likud pimpinan Netanyahu dalam pemilihan 17 September lalu.



Sumber: Suara Pembaruan