DPR AS Setujui Resolusi Penyelidikan Pemakzulan Trump

DPR AS Setujui Resolusi Penyelidikan Pemakzulan Trump
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi memuji penutupan suara oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS mengenai resolusi yang meresmikan penyelidikan pemakzulan yang berpusat pada Presiden AS Donald Trump di Washington, DC, AS, kamis (31/10/2019). (Foto: AFP / Win McNamee)
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 1 November 2019 | 19:34 WIB

Washington, Beritasatu.com- DPR Amerika Serikat (AS), Kamis (31/10), menyetujui resolusi untuk memproses penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump secara formal. Persetujuan itu, diperoleh melalui pemungutan suara dengan hasil 232 suara menyetujui dan 196 menolak.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan resolusi tersebut untuk memformalkan penyelidikan pemakzulan Trump yang ditentang dan dihalangi oleh Gedung Putih dan anggota DPR AS dari Partai Republik.

Trump telah menolak bekerja sama dan melarang Gedung Putih memberikan dokumen apapun yang diminta DPR AS terkait penyelidikan pemakzulan terhadapnya.

Anggota DPR AS dari Partai Republik juga menuding penyelidikan pemakzulan Trump dipaksakan sepihak oleh Pelosi dan Partai Demokrat, karena tidak berdasarkan resolusi yang disetujui melalui proses pemungutan suara di DPR AS.

"Selama berminggu-minggu, Presiden, Penasihatnya di Gedung Putih, dan sekutunya di Kongres telah membuat klaim yang tidak berdasar bahwa penyelidikan pemakzulan yang diproses DPR tidak memiliki otorisasi yang diperlukan untuk proses pemakzulan yang valid. Kita melakukan voting untuk resolusi agar menetralisir serangan mereka," ujar Pelosi.

Seorang hakim agung telah menyatakan bahwa DPR AS berhak memproses penyelidikan pemakzulan Trump sesuai tugasnya untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah.

Namun Pelosi mengumumkan DPR AS akan melakukan pemungutan suara untuk resolusi penyelidikan pemakzulan Trump, agar prosesnya dapat dilakukan secara formal dan tidak ditentang Presiden Trump juga Partai Republik.

Seruan Pelosi mendapat dukungan anggota DPR AS yang mayoritas dikuasai Partai Demokrat. Hanya dua anggota DPR AS dari Partai Demokrat, yakni Collin Peterson dari Minnesota dan Jeff Van Drew dari New Jersey, yang memilih menentang resolusi penyelidikan pemakzulan Trump.

Anggota DPR AS, Justin Amash, yang meninggalkan Partai Republik pada awal tahun ini, bergabung dengan Partai Demokrat untuk mendukung resolusi penyelidikan pemakzulan Trump secara formal. Dia adalah satu-satunya anggota DPR non-Demokrat yang telah mendukung resolusi tersebut.

"Mereka berpendapat bahwa, karena DPR belum melakukan pemungutan suara, mereka berpura-pura seolah penyelidikan pemakzulan tidak ada. Dengan resolusi ini, kita akan bergerak maju," ujar Pelosi.



Sumber: Suara Pembaruan