Ketidakhadiran Trump di KTT ASEAN Picu Pertanyaan

Ketidakhadiran Trump di KTT ASEAN Picu Pertanyaan
Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 2 November 2019 | 18:40 WIB

Bangkok, Beritasatu.com- KTT ASEAN ke-35 tidak akan dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memicu pertanyaan sejumlah pihak tentang posisi ASEAN di mata AS. Untuk acara di Bangkok, pada Minggu (2/11), Trump akan mengirimkan penasihat keamanan nasionalnya, Robert O'Brien, dan Menteri Perdagangan Wilbur Ross.

Meski tanpa Trump, sumber-sumber diplomatik AS menyebut negara itu menitipkan agenda agar ASEAN menghadapi klaim maritim Tiongkok di Laut China Selatan (LCS).

Menurut sumber-sumber itu, delegasi AS akan mengangkat masalah ini dalam pertemuan yang mereka ikuti, termasuk East Asia Summit (KTT Asia Timur) yang digelar dalam rangkaian KTT ASEAN melibatkan ASEAN dan delapan mitra dialognya termasuk Tiongkok, Jepang, Korsel, Australia, Selandia Baru, India, dan Rusia.

AS memposisikan bahwa kebebasan navigasi dan penerbangan serta penggunaan perairan yang sah sangat penting untuk upaya memajukan kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas. Tapi, sumber diplomat lainnya menyebut topik utama KTT ke-35 ASEAN ini adalah perdagangan, meskipun isu abadi seperti LCS dan nasib pengungsi Rohingya tetap diangkat.

Kantor berita Inggris, Reuters, melaporkan draft pernyataan final KTT ASEAN salah satunya menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan perdagangan dan proteksionisme yang sedang berlangsung, dan sentimen anti-globalisasi.



Sumber: Suara Pembaruan