Alami Keretakan, 50 Pesawat Boeing 737 Ditangguhkan

Alami Keretakan, 50 Pesawat Boeing 737 Ditangguhkan
Pesawat Boeing 737 MAX diparkir di lapangan parkir karyawan dekat Lapangan Boeing, Seattle, AS. (Foto: AFP / Dokumentasi)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 2 November 2019 | 18:47 WIB

Sydney, Beritasatu.com- Perusahaan produsen pesawat dunia, Boeing, Kamis (31/10), mengumumkan telah menangguhkan (grounded) 50 pesawat populer mereka tipe 737 NG setelah menemukan keretakan di salah satu bagiannya.

Situasi ini menambah persoalan yang dihadapi pabrik pesawat Amerika Serikat (AS) itu karena telah menghadapi penurunan laba, pengawasan federal, dan seruan agar CEO-nya mengundurkan diri setelah kecelakaan mematikan yang melibatkan 737 MAX, yaitu pesawat penerus 737 NG.

Boeing 737 NG (singkatan dari Next Generation) adalah nama yang diberikan untuk varian seri 600, 700, 800, 900. Ini adalah generasi ketiga dari 737, menyusul model seri 300, 400, dan 500.

NG adalah pesawat pendahulu Boeing 737 MAX, yang juga “di-grounded” sejak pertengahan Maret 2019 karena dua kecelakaan mematikan di Indonesia dan Ethiopia. Kecelakaan yang melibatkan maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines itu memicu pertanyaan dunia tentang kelaikan pesawat buatan Boeing.

Kepala eksekutif Boeing Dennis Muilenburg menghadapi serangkaian pertanyaan sulit pada Rabu (30/10) dari anggota parlemen AS yang menyalahkan perusahaan itu karena kurangnya keterbukaan terkait kecelakaan yang terjadi. Sebelumnya, Boeing melaporkan adanya masalah dengan model “garpu acar”, yaitu bagian yang membantu mengikat sayap dengan badan pesawat.

Seorang juru bicara perusahaan itu menyatakan sejauh ini sekitar 1.000 pesawat di seluruh dunia telah mencapai “ambang batas inspeksi” dengan kurang dari lima persen atau di atas 50 jet secara global, telah menghasilkan temuan agar pesawat-pesawat itu tetap grounded sampai diperbaiki.

Maskapai penerbangan Australia, Qantas, Rabu (30/10) menjadi maskapai terbaru yang menghentikan sementara pesawat 737 NG. Qantas menyebut akan memeriksa juga 32 pesawat lainnya, tapi para penumpang tidak perlu takut.