Habiskan Anggaran Negara US$ 11 Miliar, Mantan PM Lebanon Diperiksa

Habiskan Anggaran Negara US$ 11 Miliar, Mantan PM Lebanon Diperiksa
Mantan PM Lebanon, Fouad Siniora ( Foto: NAA / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 9 November 2019 | 05:55 WIB

Beirut, Beritasatu.com- Mantan perdana menteri Lebanon Fouad Siniora diperiksa jaksa penuntut pada Kamis (7/11). Pemeriksaan terkait mengenai dana negara senilai US$ 11 miliar (Rp 154 triliun) dibelanjakan saat ia berkuasa.

Kantor perdana menteri mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pengeluaran itu sepenuhnya legal.

Pemeriksaan itu adalah pertama kalinya seorang mantan perdana menteri di Lebanon dipanggil untuk ditanyai. Pemeriksaan menyusul protes terhadap elit penguasa yang secara luas dituduh melakukan korupsi negara.

Penentang Siniora, yang adalah perdana menteri dari 2005 hingga 2008 dan memiliki dua mantra sebagai menteri keuangan, mengatakan US$ 11 miliar dalam dana pemerintah tidak terhitung saat dia berkuasa.

Tetapi dalam pernyataan, kantor Siniora mengatakan dia telah menjelaskan kepada jaksa penuntut keuangan publik di mana uang itu dibelanjakan dan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan negara.

Puluhan pengunjuk rasa berkumpul di luar rumah Siniora di Beirut dan di luar kantornya di kota Sidon di selatan. Mereka meneriakkan dan mengibarkan bendera Lebanon.

“Drama pemanggilan saja tidak cukup. Kami menginginkan uang, kami ingin uang anak-anak kami dan kami tidak akan meninggalkan jalanan sampai kami mendapatkannya kembali,” kata Majid, seorang pengunjuk rasa di Sidon.



Sumber: Suara Pembaruan