Turki Akan Repatriasi 2.500 Gerilyawan ISIS ke Eropa

Turki Akan Repatriasi 2.500 Gerilyawan ISIS ke Eropa
Recep Tayyip Erdogan ( Foto: AFP / Adem Altan )
Unggul Wirawan / JAI Selasa, 12 November 2019 | 16:34 WIB

Ankara, Beritasatu.com - Pemerintah Turki berencana memulangkan kembali atau merepatriasi sekitar 2.500 gerilyawan kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) ke negara-negara eropa, mulai Senin (11/11/2019). 

Dalam laporan yang disiarkan penyiar televisi negara bagian TRT Haber, disebutkan bahwa sebagian besar gerilyawan ISIS tersebut akan dikirim ke negara-negara Eropa dan Asia.

"Saat ini, sekitar 813 gerilyawan yang ditampung di 12 pusat deportasi di Turki dan siap untuk direpatriasi," bunyi laporan tersebut. 

Ankara telah berulang kali mendesak negara-negara Eropa untuk mengambil kembali warga negara mereka yang bergabung dengan ISIS untuk menjadi gerilyawan. Sebagian gerilyawan tersebut, ditahan di penjara bagian utara Suriah, yang telah dikuasai Turki.

Sejak melancarkan serangan lintas-perbatasan, Turki telah merebut wilayah dari milisi Kurdi yang telah menahan ribuan milisi ISIS dan puluhan ribu anggota keluarga mereka, termasuk warga asing yang bergabung dengan ISIS.

Turki menuduh negara-negara Barat, terutama di Eropa, terlalu lambat untuk mengambil kembali warga yang melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk berperang atas nama kelompok ISIS.

Negara-negara Eropa berusaha mempercepat rencana untuk memindahkan ribuan gerilyawan keluar dari penjara Suriah dan masuk ke Irak.

Sejauh ini, Denmark, Jerman dan Inggris telah mencabut kewarganegaraan dari beberapa pejuang dan anggota keluarga yang bergabung dengan ISIS.

Pekan lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa ada 1.201 tahanan ISIS di penjara Turki, sementara Turki telah menangkap 287 gerilyawan di Suriah.

Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki telah menangkap 13 orang dari lingkaran dalam pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat, bulan lalu.

Pada Senin (11/11/2019), otoritas Turki mendeportasi dua warga asing yag menjadi milisi ISIS, yakni seorang warga Jerman dan seorang warga Amerika Serikat (AS).

Setelah dua warga dari Jerman dan AS, ada 23 warga asing lainnya yang akan dideportasi Turki dalam beberapa hari mendatang, yaitu satu warga Denmark, dua warga Irlandia, sembilan warga Jerman, dan 11 warga negara Prancis.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Jubir Kemdagri) Turki, Ismail Catakli, mengkonfirmasi kabar deportasi warga Jerman dan AS yang bergabung dengan ISIS tersebut, namun tidak menyebutkan secara spesifik identitas mereka dan ke mana mereka dikirim.

Keputusan Turki untuk memulangkan para tahanan dan milisi ISIS telah menyebabkan perselisihan dengan sekutu NATO-nya sejak melancarkan serangan di bagian utara Suriah, selama dua bulan terakhir. Sekutu khawatir bahwa milisi ISIS dapat melarikan diri sebagai akibat dari serangan Turki.



Sumber: Suara Pembaruan