UE: Inggris Akan Jadi “Pemain Kelas Dua” Pasca Brexit
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

UE: Inggris Akan Jadi “Pemain Kelas Dua” Pasca Brexit

Kamis, 14 November 2019 | 15:39 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Brugge, Beritasatu.com - Presiden Dewan Uni Eropa (UE), Donald Tusk, memperingatkan bahwa Inggris akan menjadi “pemain kelas dua” setelah keluar dari blok tersebut atau dikenal dengan istilah Brexit.

Menurut Donald Tusk, setelah Brexit terealisasi, Inggris tidak mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan UE.

“Hanya Eropa yang bersatu yang bisa menghadapi ketegasan Tiongkok dan memainkan peran efektif di tingkat global,” ujar Donald Tusk, saat memberikan pidato utama di Kampus Eropa di kota Belgia, Brugge, Rabu (13/11), untuk menyampaikan refleksinya selama dua periode masa jabatan presiden dewan UE.

Mantan perdana menteri (PM) Polandia itu, juga menyebut para pendukung Brexit telah tertipu jika mereka berpikir bahwa meninggalkan UE akan membawa kembali dominasi Inggris ke panggung dunia, sebaliknya pemberangkatan Inggris dari UE menandai “akhir nyata dari Kerajaan Inggris”.

Donald Tusk mengungkapkan, dia telah mendengar berulang kali dari para ‘Brexiteer’ (pendukung Brexit, red) bahwa mereka ingin meninggalkan UE untuk membuat Inggris global lagi, dan meyakini hanya itu satu-satunya cara untuk bisa benar-benar menjadi hebat.

“Tapi kenyataanya justru sebaliknya. Hanya sebagai bagian dari Eropa yang bersatu, Inggris bisa memainkan peran global, hanya bersama-sama kita bisa menghadapi, tanpa kerumitan, kekuatan terbesar di dunia ini. Dan dunia mengetahui itu,” ujar Donald Tusk yang telah memimpin pertemuan UE selama lima tahun terakhir dan menjadi suara yang berpengaruh dalam perpolitikan Eropa.

Intervensi keras Donald Tusk disampaikan di tengah-tengah kampanye Inggris yang akan menggelar pemilu pada 12 Desember 2019. Partai-partai Inggris masih terpecah belah terkait isu Brexit.

Donald Tusk mendesak orang-orang yang berusaha mempertahankan Inggris tetap berada di dalam blok tersebut agar tidak kehilangan harapan.

Beberapa pendukung Brexit beralasan bahwa meninggalkan UE, sebagai blok perdagangan terbesar dunia, akan memungkinkan Inggris menjalin hubungan ekonomi lebih dekat dengan seluruh negara di dunia.

Donald Tusk menambahkan, pendapat serupa juga didengarnya di India, Selandia Baru, Australia, Kanada, dan Afrika Selatan, bahwa setelah kepergiannya, Inggris akan menjadi orang luar, pemain kelas dua.

“Dunia tahu itu, setelah kepergiannya (dari UE), Inggris akan menjadi orang luar, pemain kelas dua, sementara medan perang utama akan diduduki oleh Tiongkok, AS, dan UE,” tandas Tusk.

Sementara itu, PM Inggris, Boris Johnson, sedang berjuang dalam kampanye untuk pemilu 12 Desember 2019. Dia ingin segera menyelesaikan Brexit setelah gagal dalam janjinya membawa keluar Inggris dari UE sesuai tenggat waktu 31 Oktober 2019. Tanggal keberangkatan Inggris dari UE saat ini diundur sampai 31 Januari 2020.

Partai oposisi, Buruh, berjanji untuk melakukan negosiasi ulang atas kesepakatan perpisahan dan menggelar referendum kedua. Di pihak lain, Demokrat Liberal berjanji membatalkan Brexit sama sekali.

Tusk, yang akan meninggalkan jabatannya pada akhir November 2019, tidak merahasiakan pertetangannya terhadap Brexit. “Pemilu Inggris masih satu bulan lagi. Apakah masih bisa ada yang berubah? Satu-satunya kata yang ada dalam pikiran saya hari ini sederhana, jangan putus asa. Dalam pertandingan ini, kita telah mempunyai tambahan waktu, sekarang dalam tambahan waktu ini, bahkan mungkin akan diberlakukan pinalti," ujar Donald Tusk sambil memberi perumpamaan permainan sepak bola.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemlu Arahkaan Diplomasi Lingkungan Dukung Diplomasi Ekonomi

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan mengarahkan diplomasi lingkungan hidup untuk mendukung diplomasi ekonomi.

DUNIA | 14 November 2019

Polisi Hong Kong Tuding Universitas Dijadikan “Pabrik Senjata”

Polisi menuding Universitas Tiongkok Hong Kong (Chinese University of Hong Kong/CUHK) telah dijadikan “pabrik senjata” untuk membuat ratusan bom molotov.

DUNIA | 14 November 2019

DPR AS Gelar Penyelidikan Pemakzulan Trump Secara Terbuka

DPR Amerika Serikat (AS) menggelar penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, secara terbuka untuk publik, pada Rabu (13/11/2019).

DUNIA | 14 November 2019

Tiongkok Kirim Lima Satelit dalam Satu Roket Tunggal

Lima satelit penginderaan jauh baru dikirim ke orbit dengan satu roket tunggal.

DUNIA | 14 November 2019

Hubungan AS-Turki Tegang, Erdogan akan Bertemu Trump

Hubungan Amerika Serikat dan Turki yang menegang akibat operasi militer Turki di Suriah, tak menyurutkan niat Recep Tayyip Erdogan untuk bertemu Donald Trump.

DUNIA | 13 November 2019

Trump Sebut Uni Eropa Lebih Parah dari Tiongkok

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut Uni Eropa lebih parah dari Tiongkok dalam menerapkan praktik perdagangan yang tidak adil.

DUNIA | 13 November 2019

Indonesia Tak Ingin ASEAN Terjepit Negara “Superpower”

Pemerintah Indonesia mengajukan konsep Indo-Pasifik karena tidak ingin ASEAN terjepit oleh negara-negara “Superpower”.

DUNIA | 13 November 2019

Demokrasi Liberal Berpeluang Suburkan Islam Radikal

Demokrasi liberal yang memungkinkan kebebasan tanpa batas, berpeluang menyuburkan penyebaran ideologi Islam radikal.

DUNIA | 13 November 2019

Jeanine Anez Deklarasi Jadi Presiden Bolivia

Wakil Ketua Senat Bolivia, Jeanine Anez, Selasa (12/11/2019), mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara Bolivia menggantikan Evo Morales.

DUNIA | 13 November 2019

Trump Sebut Tiongkok Curang

" Saya tidak mau menggunakan kata 'curang', tapi tidak ada yang lebih curang daripada Tiongkok," kata Trump.

DUNIA | 13 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS