Larangan Masker Demonstran Hong Kong Dinyatakan Inkonstitusional

Larangan Masker Demonstran Hong Kong Dinyatakan Inkonstitusional
Demonstran pro-demokrasi melemparkan bom molotov di luar markas pemerintah di Hong Kong, Minggu (15/9/2019). Polisi anti huru hara Hong Kong menembakkan gas air mata dan meriam air ke pengunjuk rasa pro-demokrasi yang bersenjata batu dan bom bensin. ( Foto: AFP / Isaac LAWRENCE )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 19 November 2019 | 21:24 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Pengadilan Tinggi Hong Kong, Senin (18/11), menyatakan larangan masker yang diberlakukan pemerintah bulan lalu bagi para demonstran adalah inkonstitusional. 

Pengadilan memutuskan undang-undang (UU) darurat yang melarang demonstran memakai masker wajah adalah inkonstitusional. UU itu dinyatakan tidak sesuai dengan Hukum Dasar, yaitu konstitusi mini di bawah pengembalian Hong Kong kepada Tiongkok tahun 1997.

“Pembatasan yang diberlakukan pada hak-hak dasar, melangkah lebih jauh dari yang diperlukan seharusnya dan karena itu gagal memenuhi uji proporsionalitas,” sebut putusan pengadilan.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada 4 Oktober 2019 memberlakukan UU langka era-penjajahan untuk melarang demonstran memakai masker wajah.

Ini pertama kalinya UU Peraturan Darurat dijalankan setelah 52 tahun. Aturan baru itu membuat pemakaian masker sebagai hal ilegal dalam suatu pertemuan besar dengan sanksi penjara sampai satu tahun.

Warga Hong Kong masih diizinkan memakai masker di jalan, sebagaimana praktik umum saat wabah SARS. Namun, polisi diizinkan memaksa mereka mencopot maskernya atau menerapkan hukuman enam bulan penjara.

Polisi sejauh ini sudah menangkap 4.491 orang, berusia 11-83 tahun, sejak dimulainya aksi protes atas RUU Ekstradisi yang dimulai pada Juni 2019.



Sumber: Suara Pembaruan