Polisi Malaysia Berhak Geledah Ponsel Warga

Polisi Malaysia Berhak Geledah Ponsel Warga
Polisi Malaysia menggelar barang bukti penggerebekan narkoba bubuk Erimin 5 yang akan menghasilkan total 421.000 pil di Kajang, Rabu (29/5/2019). ( Foto: The Star / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 20 November 2019 | 12:26 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Petugas kepolisian Malaysia memiliki wewenang untuk menggeledah ponsel siapapun. Penggeledahan untuk memastikan bahwa ponsel itu tidak mengandung apa pun yang cabul, menyinggung, atau mengancam keamanan rakyat dan bangsa.

Pada Senin (18/11), hal itu dikatakan Wakil Menteri Dalam Negeri Azis Jamman di Kuala Lumpur, Senin (18/11).

Berbicara di parlemen, Azis menambahkan bahwa tiap individu juga harus menyadari hak-hak mereka selama pemeriksaan acak teleponnya, termasuk meminta identitas petugas kepolisian yang melakukan pencarian.

"Tindakan ini merupakan pelanggaran prosedur operasi standar," katanya dalam menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen Alor Setar, Chan Ming Kai.

Chan memang bertanya apakah ada laporan polisi yang melanggar prosedur operasi standar saat inspeksi ponsel.

Jika ada pelanggaran, kata Azis, anggota masyarakat harus melaporkan masalah tersebut ke kantor polisi terdekat atau ke markas polisi di Bukit Aman di Kuala Lumpur.

Selain itu, Azis juga mengatakan dalam menanggapi pertanyaan tentang penyadapan telepon. Dikatakan, polisi akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk memastikan bahwa penyelidikan dilakukan dalam kasus yang melibatkan keamanan.

"Tidak masalah jika orang tersebut adalah seorang politisi, pengusaha atau sembarang orang yang dicurigai berpotensi melanggar masalah keamanan. Saya percaya polisi akan mengambil tindakan yang sesuai," katanya saat menanggapi pertanyaan dari Ismail Sabri Yaakob.



Sumber: Suara Pembaruan