Kakak Beradik Jadi Pemimpin Sri Lanka

Kakak Beradik Jadi Pemimpin Sri Lanka
Presiden Sri Lanka terpilih Gotabaya Rajapaksa (kanan) dan kakaknya, Mahinda Rajapaksa. ( Foto: Dok SP )
Unggul Wirawan / JAI Kamis, 21 November 2019 | 15:39 WIB

Kolombo, Beritasatu.com - Presiden baru Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa (70), menunjuk kakak lelakinya, Mahinda Rajapaksa (74), sebagai perdana menteri (PM) sementara negara itu.

Duet kakak beradik ini memperkuat cengkeraman kekuasaan klan Rajapaksa yang dianggap telah menghancurkan Macan Tamil 10 tahun lalu.

Mahinda Rajapaksa pernah memimpin Sri Lanka sebagai presiden dua periode yakni 2005 hingga 2015. Pada Kamis (21/11/2019), Mahinda Rajapaksa akan dilantik sebagai perdana menteri, menyusul pengunduran diri PM Ranil Wickremesinghe, setelah partainya mengalami kekalahan memalukan dalam pemilihan presiden akhir pekan lalu.

Kakak beradik Rajapaksa dipuji karena menghancurkan Macan Tamil saat mengakhiri perang saudara selama 26 tahun di Sri Lanka. Namun berbagai kebijakan keamanan Rajapaksa bersaudara memicu tuduhan kejahatan perang dan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.

"Pelantikan PM Mahinda Rajapaksa akan dilakukan langsung oleh Presiden Gotabaya Rajapaksa. Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, telah meminta kabinetnya segera diangkat setelah dia mengambil sumpah jabatannya,” kata juru bicara kepresidenan, Vijayananda Herath.

Gotabaya Rajapaksa menjabat sebagai Menteri pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Mahinda Rajapaksa yang berakhir pada Januari 2015. Kini sebagai presiden baru, Gotabaya Rajapaksa telah berjanji untuk memerangi korupsi dan meningkatkan keamanan setelah serangkaian pemboman pada hari Minggu Paskah yang menewaskan lebih dari 260 orang.

Dengan posisi Mahinda sebagai PM, Sri Lanka untuk pertama kalinya akan memiliki dua saudara laki-laki di pucuk pimpinan, sekaligus memperkuat dinasti Rajapaksa dalam pemerintahan negara itu.

Dua saudara lelaki mereka, yakni Basil Rajapaksa dan Chamal Rajapaksa, diketahui juga aktif dalam politik. Bahkan selama masa pertama pemerintahan Mahinda Rajapaksa, Chamal Rajapaksa menduduki posisi Ketua Parlemen Sri Lanka.

Sebelumnya pada Rabu (20/11/2019), Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe secara resmi mengumumkan pengunduran diri. Tindakan politikus berusia 70 tahun ini membuka jalan bagi Gitabaya Rajapaksa untuk membentuk pemerintahan minoritas menjelang pemilihan umum, yang diperkirakan sekitar April 2020.

“Meskipun kami menguasai mayoritas parlemen, kami menghormati mandat yang diterima oleh Rajapaksa dan kami telah memutuskan untuk mengizinkannya membentuk pemerintahan baru,” kata Ranil Wickremesinghe dalam pidato resminya.

Ranil Wickremesinghe secara resmi memberi tahu Presiden Gotabaya Rajapaksa tentang niatnya untuk mengundurkan diri pada Kamis (21/11/2019). Sebelumnya, Partai Wickremesinghe mengajukan Sajith Premadasa dalam pemilihan presiden tetapi kalah oleh Gotabaya dalam pemungutan suara.

Gotabaya Rajapaksa memenangi kursi kepresidenan dengan selisih cukup besar dalam pemilihan umum Sri Lanka pada Sabtu (16/11/2019), mengalahkan Sajith Premadasa yang merupakan mantan menteri perumahan yang diusung Partai Nasional Bersatu (UNP). 

Baik UNP maupun oposisi SLPP tidak memiliki mayoritas parlemen yang absolut untuk membentuk pemerintahan. Mahinda Rajapaksa sudah diperkirakan akan mencari jabatan perdana menteri dalam pemilihan parlemen berikutnya.



Sumber: Suara Pembaruan