Kunjungan ke Asia, Paus Tiba di Thailand

Kunjungan ke Asia, Paus Tiba di Thailand
Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus (kedua dari kanan) menyapa orang-orang saat tiba di Bangkok, Thailand, Rabu (20/11). ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Kamis, 21 November 2019 | 15:59 WIB

Bangkok, Beritasatu.com - Paus Fransiskus tiba di Thailand, Rabu (20/11/2019), untuk bertemu dengan umat Katolik yang menjadi minoritas di negara itu.

Paus Fransiskus melakukan lawatan ke Asia selama tujuh hari, dengan berkunjung ke Thailand dan Jepang. Kunjungan Paus Fransiskus ke Thailand dan Jepang adalah bagian dari misi untuk meningkatkan moral minoritas Katolik di Asia.

Di Thailand, Paus Fransiskus diharapkan memanfaatkan kunjungannya untuk mengangkat keprihatinan terkait perdagangan manusia dan upaya perdamaian. Sedangkan di Jepang, Paus akan menyampaikan pesan anti-nuklir.

Paus Fransiskus akan berada di Thailand sampai Sabtu (23/11), mengikuti jejak Paus Yohanes Paulus II yang berkunjung ke sana pada Mei 1984.

Paus Fransiskus tiba di Thailand setelah melalui penerbangan selama 11 jam dari Roma dengan membawa rombongan termasuk sekitar 70 jurnalis dan profesional media.

Paus Fransiskus disambut dengan hamparan karpet merah di Kedutaan Besar Vatikan, di Bangkok. Para pemimpin gereja Katolik di Taiwan menyambut pemimpin tertinggi umat Katolik itu atas kunjungannya yang bertepatan dengan 350 tahun misi kepausan pertama di Siam, nama masa lalu Thailand.

Paus akan mengikuti serangkaian acara selama kunjungan di Thailand, termasuk pertemuan keluarga di Bangkok. Jumlah umat Katolik di Thailand sekitar 325.000 atau 0,59% populasi. Sekitar 80% warga Katolik merupakan warga Thailand, sisanya imigran.

Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengatakan Paus Fransiskus tampaknya akan mendorong umat Kristen untuk menjadi murid-murid misionaris, saat gereja merayakan 350 tahun sejak misionaris Jesuit memberitakan Injil di Thailand.

Antusias

Umat Katolik Thailand antusias menunggu kedatangan Paus Fransiskus untuk melakukan swafoto di sekitar Kedutaan Besar Vatikan di Bangkok dan Rumah Sakit Santo Louis.

“Sekali seumur hidup, saya ingin melihatnya dan bisa menerima doa darinya,” kata Orawan Thongjamroon, salah satu warga Thailand yang sudah menunggu sejak pagi hari di luar Kedubes Vatikan.

Diantara orang-orang yang menyambutnya adalah sepupu dan teman masa kecilnya dari Argentina, yaitu biarawati berusia 77 tahun Suster Ana Rosa Sivori, yang bekerja di sekolah-sekolah Thailand selama lebih dari 50 tahun dan akan menjadi penerjemah pribadi paus di Thailand.

Kakek dari Fransiskus dan Ana adalah saudara. Keduanya tampak berseri-seri saat berjalan melewati kerumunan pemuka agama, anak-anak, dan para pejabat pemerintah menuju iring-iringan mobil.

“Teman-teman terkasih di Thailand dan Jepang, sebelum bertemu, mari kita berdoa bersama agar hari-hari ini bisa kaya dengan rahmat dan sukacita,” sebut pernyataan dalam akun resmi Twitter paus sebelum dia meninggalkan Vatikan.

Di Gereja Santo Luis, seorang perempuan Katolik dengan bangga menunjukkan foto-foto dirinya dan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Vatikan bersama suaminya. “Saya tidak pernah berpikir punya kesempatan untuk melihatnya lagi,” kata Nuchnaree Praresri (49).

Pada Sabtu (23/11/2019), Paus Fransiskus akan berkunjung ke Jepang selama empat hari sampai Selasa (26/11/2019). Umat Katolik di Jepang hanya 0,42% dari populasi penduduk di sana atau sekitar 600.000 orang. Di Jepang, para pekerja migran meningkatkan porsi populasi Katolik negara itu karena Jepang memudahkan hukum imigrasi.

Dalam kunjungannya di Jepang, khususnyasaat ke Nagasaki dan Hiroshima, pada Minggu (24/11/2019), Paus Fransiskus diperkirakan mendorong upaya denuklirisasi.



Sumber: Suara Pembaruan