Jokowi Akan Hadiri KTT Peringatan ASEAN-Korea Selatan

Jokowi Akan Hadiri KTT Peringatan ASEAN-Korea Selatan
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Natasia Christy Wahyuni / CAH Kamis, 21 November 2019 | 20:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Presiden RI Joko Widodo akan menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ke-30 ASEAN-Korea Selatan (ASEAN-ROK Commemorative Summit) pada 25-26 November 2019 di Busan, Korsel. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan hadir mendampingi presiden dalam KTT tersebut.

Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Luar Negeri, Kamis (21/11), KTT yang merupakan peringatan 30 tahun kerja sama ASEAN-Korsel ini mengangkat tema “Partnership for Peace, Prosperity for People" (Kemitraan untuk Perdamaian dan Kesejahteraan untuk Rakyat).

Presiden Jokowi dijadwalkan akan menghadiri tiga sesi dalam KTT tersebut, yaitu sesi pertama, ASEAN-ROK 30&30, sesi kedua bertema “Enhancing Connectivity towards Prosperity” (Meningkatkan Konektivitas menuju Kemakmuran), dan sesi Lunch Retreat bertajuk “Special Session on the Korean Peninsula Issues” (Sesi Khusus untuk Masalah Semenanjung Korea).

Selama berada di Busan, Korsel, Jokowi juga akan menghadiri sejumlah acara tambahan (side events) dan pertemuan bilateral dengan Presiden Korsel Moon Jae-in, serta pertemuan dengan ilmuwan dan peneliti Indonesia, para pelaku bisnis dan ekonomi kreatif di Republik Korea.

KTT Peringatan ASEAN-Korsel rencananya akan mengesahkan dua dokumen yaitu ASEAN-Republic of Korea Joint Vision Statement for Peace, Prosperity and Partnership dan Co-Chairs' Statement 2019 ASEAN-ROK Commemorative Summit.

Kemitraan ASEAN dan Republik Korea pertama kali terbentuk pada November 1989. Selama 30 tahun kemitraan tersebut berbagai capaian telah diraih antara lain melalui terbentuknya ASEAN-ROK Free Trade Area tahun 2005 yang menguatkan perdagangan dan investasi kedua belah pihak. Hal ini dibuktikan pada tahun 2018 yang mencatat ROK menjadi mitra dagang terbesar ke-5 ASEAN dengan nilai perdagangan sebesar US$ 160,5 miliar (Rp 2.261 triliun) dan sumber investasi asing terbesar ke-5 ASEAN dengan nilai US$ 6,6 milyar (Rp 92,9 triliun). 

 



Sumber: Suara Pembaruan