Polri Sebut Suporter Indonesia Jadi Tersangka Terorisme di Malaysia

Polri Sebut Suporter Indonesia Jadi Tersangka Terorisme di Malaysia
Argo Yuwono. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / YUD Jumat, 22 November 2019 | 16:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri angkat bicara soal tiga suporter Indonesia yang ditahan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dengan tuduhan terorisme. Mereka dipastikan tidak terkait jaringan teror di Tanah Air tapi sudah jadi tersangka di sana.

“Informasi awal dilakukan penahanan karena berkaitan dengan terorisme. Perlu saya jelaskan di sini, bahwa setelah kami komunikasi dengan liasion officer (LO) Polri di Malaysia memang ketiganya benar diamankan oleh polisi Malaysia,” kata Karo Penmas Brigjen Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Baca juga: Tumbang di Malaysia, Indonesia Tetap Juru Kunci

Peristiwanya pada tanggal 19 November kemarin. Saat itu ada pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Baca juga: Polri: Suporter Indonesia Luka Kena Senjata Tajam

“Yang bersangkutan digeledah tasnya dan kemudian dilihat handphone-nya. Pada saat handphone-nya itu dilihat, di sana ada salah satu tersangka ini sudah menghapus (akun) Facebook,” sambungnya.

Baca juga: 1.400 Polisi Kawal Pertandingan Bola Malaysia-Indonesia

Pihak Malaysia mempermasalahkan hal ini dan dikiranya ada kaitannya dengan jaringan terorisme di sana. Mereka adalah adalah Andreas Setiawan, Iyan Ptada Wibowo, dan Rifki Chorudin yang berasal dari Bali.

Salah satu dari mereka diduga memosting soal membawa bom yang kemudian dihapus dan akhirnya menjadi masalah dengan PDRM. Saat ini Polri masih berkomunikasi dengan pihak PDRM terkait posisi kasus seperti apa dan akan disampaikan berikutnya.



Sumber: BeritaSatu.com