Spanyol Sita Kapal Selam Bermuatan Tiga Ton Kokain
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.24)   |   COMPOSITE 6251.05 (36.6)   |   DBX 1329.86 (16.43)   |   I-GRADE 180.794 (0.37)   |   IDX30 506.396 (0.71)   |   IDX80 136.709 (0.32)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.26)   |   IDXESGL 140.339 (-0.31)   |   IDXG30 143.133 (0.82)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.85)   |   IDXQ30 145.232 (0.08)   |   IDXSMC-COM 293.729 (4.11)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.13)   |   IDXV30 135.556 (1.47)   |   INFOBANK15 1043.56 (-1.32)   |   Investor33 435.417 (0.02)   |   ISSI 183.035 (1.53)   |   JII 629.726 (3.97)   |   JII70 221.943 (1.94)   |   KOMPAS100 1220.71 (3.06)   |   LQ45 950.717 (1.57)   |   MBX 1696.63 (7.99)   |   MNC36 322.327 (-0.01)   |   PEFINDO25 325.87 (0.43)   |   SMInfra18 306.901 (3.43)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.93)   |  

Spanyol Sita Kapal Selam Bermuatan Tiga Ton Kokain

Selasa, 26 November 2019 | 14:44 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / JAI

Madrid, Beritasatu.com - Otoritas di wilayah Galicia Spanyol menyita kapal selam yang membawa lebih dari 3.000 kilogram (3 ton) kokain pada Minggu (24/11/2019). Diperkirakan, nilai pasaran paket kiriman narkoba itu mencapai US$ 110 juta atau sekitar Rp 1,54 triliun.

Laporan intelijen menyatakan kapal itu membawa 3 hingga 3,5 ton kokain berkualitas tinggi. Narkoba akan bernilai sekitar 100 juta euro di jalanan.

Menurut juru bicara Pengawal Sipil Spanyol, satu agen militer dengan kekuatan kepolisian, narkoba itu diduga berasal dari Kolombia tetapi pihak berwenang masih menyelidiki.

“Kapal selam itu telah menempuh jarak 7.690 kilometer atau 4.778 mil laut. Kapal itu berhenti di Tanjung Verde, kemudian menuju ke Portugal. Kapal itu berjarak sekitar 40 mil di lepas pantai Portugal dan kemudian menuju ke utara Spanyol,” kata sumber Kepolisian Spanyol, di Madrid, Senin (25/11/2019).

Kapal itu disita di lepas pantai Laut Aldan. Dua dari tiga anggota awak yang mengoperasikan kapal sepanjang 22 meter itu sudah ditangkap. Dijelaskan, kedua awak kapal diketahui adalah warga negara Ekuador. Kini pihak berwenang sedang mencari anggota awak ketiga.

“Kami sedang berupaya mengeluarkan kapal selam dari air untuk memeriksa semuanya dengan benar,” ujar sumber tersebut.

Kapal selam itu terdeteksi sebagai hasil dari "operasi internasional" yang melibatkan Bea Cukai Spanyol, Polisi Nasional Spanyol dan Penjaga Sipil.

Pengedar narkoba telah ditangkap menggunakan kapal selam untuk mengangkut kokain ke Amerika Serikat, termasuk dua kali pada tahun 2019. Penangkapan pertama terjadi pada Juni dan satu penangkapan lagi pada September.

Kepada CNN, awal tahun ini, Komandan Coast Guard Letnan, Stephen Brickey, mengatakan kartel narkoba Amerika Tengah dan Selatan semakin sering menggunakan kapal selam ukuran menengah untuk mengangkut narkoba ke AS.

Namun, kapal-kapal itu tidak diyakini sebagai biasa di Eropa. Mereka mahal untuk dibangun dan harus dibangun di daerah terpencil seperti hutan untuk menghindari deteksi.

“Begitu berada di dalam air, kapal itu sulit untuk dideteksi tanpa aktivitas intelijen sebelumnya atau pesawat yang melihat kapal tersebut dari atas. Kapal berbaur. Sebagian besar kapal bisa berada di bawah air, jadi sulit untuk dibedakan,” kata Stephen Brickey.

Sungai-sungai atau teluk kecil di Galicia telah lama menjadi surga penyelundupan. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, sindikat narkoba telah mengubahnya menjadi salah satu pintu masuk utama ke Eropa untuk kokain Kolombia.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemimpin Hong Kong Akui Kemenangan Pro-Demokrasi

Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengakui kemenangan kelompok pro-demokrasi dalam pemilihan umum (pemilu) Dewan Distrik.

DUNIA | 26 November 2019

Indonesia Gandeng Korsel Bangun Ibu Kota di Kaltim

Pemerintah Indonesia menggandeng Korea Selatan (Korsel) untuk membangun ibukota baru di Kalimantan Timur.

DUNIA | 26 November 2019

Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kerja Sama ASEAN - Korea

Presiden Jokowi menilai, kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan Korea Selatan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

DUNIA | 26 November 2019

Presiden Jokowi Hadiri KTT ASEAN-Republik Korea di Busan

KTT digelar dalam rangka memperingati 30 tahun hubungan persahabatan ASEAN–Korea Selatan.

DUNIA | 26 November 2019

Dokter India Keluarkan Ginjal Raksasa 7,4 kg dari Pasien Pria

Ahli bedah India telah memotong ginjal dengan berat sama seperti bola bowling dari seorang pria dengan kondisi genetik yang mengancam jiwa pada Senin (25/11).

DUNIA | 26 November 2019

Koleksi Perhiasan Museum Jerman Digasak

iga set perhiasan abad ke-18 koleksi museum Green Vault di Dresden, Jerman. Museum tersebut merupakan salah satu museum tertua di dunia.

DUNIA | 26 November 2019

Jokowi dan Ibu Iriana Blusukan ke Desa Budaya Gamcheon

Gamcheon sebelumnya merupakan kampung kumuh yang ditata hingga menjadi destinasi menarik bagi turis.

DUNIA | 25 November 2019

Paus Fransiskus Desak Pemusnahan Senjata Nuklir

Paus Fransiskus menyerukan kampanye penghapusan senjata nuklir di dua kota Jepang yang pernah dilanda bom atom nuklir.

DUNIA | 25 November 2019

Gerakan Pro-Demokrasi Hong Kong Menang Telak

Gerakan pro-demokrasi menang telak dalam pemilihan umum (pemilu) Dewan Distrik Hong Kong yang berlangsung Minggu (24/11).

DUNIA | 25 November 2019

Korsel Apresiasi Peran Indonesia dalam Kerja Sama Indo-Pasifik

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan apresiasi dan meyakini penyelenggaraan Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum akan sukses.

DUNIA | 25 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS