Inggris Akan Terima 42 Kontainer Sampah dari Malaysia

Inggris Akan Terima 42 Kontainer Sampah dari Malaysia
Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin (tengah), memperlihatkan kontainer berisi sampah plastik, beberapa waktu lalu. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 27 November 2019 | 16:42 WIB

London, Beritasatu.com - Inggris akan menerima kembali 42 kontainer berisi sampah plastik yang dikirimkan secara ilegal ke Malaysia. Kontainer-kontainer yang tiba di Pelabuhan Penang antara Maret 2018-Maret 2019 itu, dinyatakan ilegal karena tidak sesuai dengan dokumen impor.

Lebih dari 300 kontainer berisi sampah plastik tertahan di Penang setelah tiba tanpa izin, namun 200 kontainer telah disetujui untuk dikembalikan ke negara asalnya.

Malaysia bersama pemerintah negara anggota ASEAN, antara lain Filipina, Thailand, dan Indonesia, telah sepakat memulangkan kembali sampah-sampah dari luar negeri yang telah dikirimkan menggunakan kontainer. Diduga sampah-sampah tersebut diselundupkan ke perbatasan negara-negara ASEAN untuk di daur ulang secara ilegal, dan menyebabkan pembakaran terbuka, serta penyebaran penyakit terkait dengan polusi air dan udara.

Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, menyebut tawaran Inggris untuk mengambil kembali sampah-sampah itu “sangat terpuji”.

Dalam pernyataan bersama dengan Komisi Tinggi Inggris, Yeo Bee Yin, mengatakan kerja sama itu menandai pengakuan bahwa polusi plastik adalah masalah global yang membutuhkan komitmen dari berbagai negara untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami berharap kerja sama dan saling pengertian antara Malaysia dan Inggris akan menjadi contoh bagi negara-negara lain dengan perusahaan-perusahaan yang mengekspor limbah plastik terkontaminasi ke negara-negara berkembang, kata Yeo Bee Yin.

Pada 2018, Malaysia menyatakan akan mengirimkan kembali sampah ke negara asalnya, serta meminta negara asal untuk membayar biaya pengirimannya kembali. Negara-negara Asia Tenggara menjadi tujuan utama dunia untuk sampah plastik setelah larangan impor sampah yang berdampak kepada tujuh juta ton sampah per tahun.

Dalam pernyataan senada, Komisioner Tinggi Inggris untuk Malaysia Charles Hay, mengatakan pemerintah Inggris berbagi keprihatinan sama dengan pemerintah Malaysia atas masalah sampah plastik.

“Pemulangan 42 kontainer sampah ini mencerminkan komitmen kami untuk melawan perdagangan sampah plastik ilegal. Kami berharap dapat bekerja dengan Malaysia dalam agenda lebih luas yaitu melestarikan lingkungan dan mengatasi perubahan iklim,” ujar Charles Hay.

Aliran sampah tiba-tiba ke dalam Malaysia menyebabkan munculnya puluhan pabrik daur ulang tanpa izin. Hal tersebut memicu keprihatinan lingkungan karena plastik berkualitas rendah dan terkontaminasi melewati pelabuhan Malaysia, yang tidak bisa didaur ulang, sehingga artinya berakhir di pembakaran atau dikubur.



Sumber: Suara Pembaruan