London Cabut Izin Operasi Uber

London Cabut Izin Operasi Uber
Perusahaan jasa transportasi daring, Uber tidak akan diberikan lisensi baru untuk beroperasi di London, Inggris. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 28 November 2019 | 08:05 WIB

London, Beritasatu.com- Perusahaan jasa transportasi daring, Uber tidak akan diberikan lisensi baru untuk beroperasi di London, Inggris. Pada Selasa (26/11), otoritas Transport for London (TfL) menyatakan tindakan itu diambil karena Uber berulang kali gagal menjamin keselamatan.

Regulator menyatakan aplikasi taksi itu tidak "pas dan layak" sebagai pemegang lisensi, meskipun telah membuat sejumlah perubahan positif pada operasinya.

Awalnya Uber kehilangan lisensi pada tahun 2017 tetapi diberikan dua perpanjangan, yang terbaru berakhir pada Senin (25/11).

Perusahaan akan mengajukan banding dan dapat terus beroperasi selama proses itu.

London adalah salah satu dari lima pasar utama Uber di dunia dan memiliki sekitar 45.000 pengemudi di kota tersebut. Secara keseluruhan, ada 126.000 mobil sewa pribadi berlisensi dan taksi hitam di ibu kota Inggris.

Jika bandingnya tidak berhasil, beberapa orang berpikir pengemudi Uber akan pindah ke perusahaan berbagi tumpangan saingannya seperti Bolt dan Kapten.

"Akan ada persaingan yang akan mengisi kekosongan itu dengan cukup cepat," kata Fiona Cincotta, seorang analis pasar di City Index kepada BBC.

TfL menyatakan telah mengidentifikasi "pola kegagalan" di London yang membahayakan keselamatan penumpang.

Kelalaian Uber termasuk perubahan pada sistem Uber yang memungkinkan pengemudi yang tidak sah mengunggah foto mereka ke akun driver Uber lainnya. Tindakan itu berarti setidaknya ada 14.000 perjalanan curang di London pada akhir 2018 dan awal 2019.

Regulator juga menemukan pengemudi yang diberhentikan atau ditangguhkan telah dapat membuat akun Uber dan mengangkut penumpang. Dalam satu contoh, seorang pengemudi dapat terus bekerja untuk Uber, meskipun faktanya lisensi persewaan pribadinya telah dicabut setelah ia diperingatkan untuk mendistribusikangambar tidak senonoh anak-anak.

“Meskipun kami menyadari Uber telah melakukan perbaikan, tidak dapat diterima bahwa Uber telah membiarkan penumpang untuk masuk ke minicab dengan pengemudi yang berpotensi tanpa izin dan tidak diasuransikan,” kata Helen Chapman, direktur lisensi di TfL.



Sumber: Suara Pembaruan