Gempa Albania, 2.500 Jiwa Kehilangan Rumah

Gempa Albania, 2.500 Jiwa Kehilangan Rumah
Tim penyelamat dari Rumania memindahkan jenazah korban dengan tandu, setelah dievakuasi dari reruntuhan bangunan akibat gempa, di Kota Durres, Albania, Rabu (27/11/2019). ( Foto: AFP / GENT SHKULLAKU )
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 28 November 2019 | 16:31 WIB

Tirane, Beritasatu.com - Sebanyak 2.500 warga kehilangan rumah akibat gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang mengguncang Albania, pada Selasa (26/11/2019). Hingga kini 31 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka.

Operasi penyelamatan dan evakuasi korban di kota-kota terdampak gempa, terus dilakukan. Sejumlah negara Eropa telah mengirim pasukan penyelamat untuk membantu proses evakuasi di Kota Thumane dan Durres, yang paling parah terdampak gempa.

Banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena kehilangan tempat tinggal dan ketakutan kembali ke rumah mereka akibat masih ada gempa susulan. Mereka ditampung di temat pengungsian sementara, seperti gedung sekolah, stadion, dan tenda darurat yang dibangun militer Albania.

Ini adalah gempa bumi besar kedua dalam tiga bulan terakhir yang mengguncang Albania. Sebelumnya pada September 2019, gempa berkekuatan 5,6 melanda wilayah tengah negara itu, dekat Ibukota Tirana, meskipun tidak ada korban tewas.

Pemerintah Albania menyatakan korban jiwa diduga akan bertambah karena banyak yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan oleh keluarga mereka. Para korban gempa kini membutuhkan bantuan makanan juga selimut karena cuaca yang memasuki musim dingin.

Selain mengirimkan bantuan tim penyelamat, sejumlah negara eropa juga mengirim bantuan kemanusiaan. Namun fokus utama kini adalah memulihkan bangunan yang runtuh untuk mencari para korban yang mungkin tertimbun puing-puing.

Paus Fransiskus mengatakan, ia mendoakan korban tewas dan terluka akibat gempa di Alabania, serta keluarga mereka. Paus Fransiskus mengatakan Albania adalah negara pertama di Eropa yang ingin dikunjunginya sebagai Paus, dan ia merasa sangat dekat dengan rakyat Albania.

Paus Fransiskus mengeluarkan pernyataan itu di hadapan ribuan orang yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk misa mingguannya. Paus Fransiskus pulang ke Vatikan, Selasa (26/11/2019) dari lawatan delapan harinya ke Asia.

Paus Fransiskus berterima kasih kepada rakyat Thailand dan Jepang, dan mengatakan, perjalanannya tersebut telah mendekatkan dirinya dengan umat Katolik dan rakyat di dua negara itu.



Sumber: Suara Pembaruan