Demi Latihan Militer AS, Jepang Beli Pulau Senilai Rp 2 Triliun

Demi Latihan Militer AS, Jepang Beli Pulau Senilai Rp 2 Triliun
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meninjau pasukan di atas kapal amfibi USS Wasp (LHD1) dalam kunjungan ke Pangkalan Militer AS di Yokosuka, Tokyo, Jepang, Selasa (28/5) pagi waktu setempat, sebelum bertolak ke Washington. ( Foto: AFP / CHARLY TRIBALLEAU )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 3 Desember 2019 | 19:40 WIB

Tokyo, Beritasatu.com- Jepang menyatakan pihaknya telah setuju untuk membeli pulau tak berpenghuni di lepas pantai barat daya seharga US$ 146 juta (Rp2,05 triliun) pada Senin (2/12). Pulau tersebut direncanakan untuk latihan militer Amerika Serikat (AS).

Tokyo dan Washington sepakat pada 2011 untuk merelokasi tempat pelatihan jet tempur AS ke pulau Mageshima, sekitar 30 km di lepas pantai Jepang barat daya.

Sekretaris kabinet utama Jepang Yoshihide Suga mengatakan kesepakatan untuk membeli Mageshima dicapai pada Jumat (29/11). Kesepakatan terjadi setelah diskusi antara kementerian pertahanan dan pengembang yang memiliki mayoritas pulau.

Operasi pelatihan penerbangan Amerika saat ini dilakukan di Iwo Jima, sekitar 1.200 km sebelah selatan Tokyo.

Washington telah meminta langkah pembelian pulau, dengan menyatakan Iwo Jima terlalu jauh dari pangkalan militer Amerika di kota Iwakuni di Jepang barat, tempat para tentara mereka berada. Iwo Jima adalah medan perang utama Perang Dunia II.

Suga mengatakan satu fasilitas akan dibangun di pulau itu untuk praktik pendaratan "pada tanggal awal". Suga menambahkan bahwa ia tidak dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut karena akuisisi itu tidak lengkap.

Militer Jepang telah lama dibatasi untuk membela diri dan negara itu sangat bergantung pada AS di bawah aliansi keamanan bilateral.

Presiden Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa Jepang dan sekutu AS lainnya harus berkontribusi lebih banyak pada biaya pertahanan mereka sendiri.

Beberapa warga yang tinggal di pulau-pulau dekat Mageshima mengaku khawatir tentang kebisingan pelatihan penerbangan di lokasi yang potensial jadi pangkalan.



Sumber: Suara Pembaruan