Dilanda Topan Kammuri, Filipina Evakuasi 200.000 Orang

Dilanda Topan Kammuri, Filipina Evakuasi 200.000 Orang
Para warga bergotong royong membawa perahu kayu ke daerah yang aman di sepanjang pantai di kota Borongan, provinsi Samar Timur, Filipina tengah, Senin (2/12/2019), jelang kedatangan Topan Kammuri. ( Foto: AFP / Alren BERONIO )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 3 Desember 2019 | 19:51 WIB

Manila, Beritasatu.com- Filipina telah mengevakuasi lebih dari 200.000 orang di daerah pantai dan pegunungan karena kekhawatiran banjir dan tanah longsor akibat Topan Kammuri. Negara itu juga bersiap untuk menutup bandara internasional utamanya saat topan kuat itu tiba.

Topan Kammuri, yaitu topan ke-20 yang melanda Filipina tahun ini, telah menghantam pulau utama Luzon sebelum tengah malam waktu setempat pada Senin (2/12). Badai yang menguat tersebut disebut dengan nama lokal Topan Tisoy.

Topan melanda Filipina di saat negara itu menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan SEA Games, yaitu pertandingan olah raga untuk Asia Tenggara yang baru dibuka hari Sabtu (30/11).

Pihak penyelenggara SEA Games menyatakan pertandingan selancar angin dan kano-kayak ditunda, serta acara-acara lain akan ditangguhkan untuk keamanan, tapi tidak ada rencana untuk memperpanjang turnamen yang dijadwalkan berlangsung 11 hari tersebut.

Selain bandara, pengadilan dan sekolah juga ditutup di ibu kota Filipina, Manila, karena ancaman Topan Kammuri yang membawa angin kencang dan hujan lebat. Topan tersebut membawa angin keras dan hujan lebat ke bagian selatan pulau Luzon dengan kecepatan angin maksimum 155 kilometer per jam di dekat pusatnya dan hembusan sampai 235 kilometer per jam.

Hampir 500 penerbangan telah dibatalkan setelah otoritas memerintahkan penutupan bandara Manila selama 12 jam mulai pukul 11.00 pagi hari Selasa. Mahkamah Agung memerintahkan penutupan seluruh pengadilan di kawasan itu, juga sekolah-sekolah telah ditutup dan beberapa pekerjaan pemerintah menjadi tertunda.

Badan bencana Filipina menyatakan 200.000 telah dievakuasi dari puluhan provinsi di Luzon sebelah selatan sejalan dengan peringatan otoritas yang menaikkan tingkat badai untuk 35 provinsi. Orang-orang di daerah jalur topan yang setara Kategori-4 diberi peringatan atas kemungkinan tanah longsor, gelombang badai, dan banjir yang dipicu oleh angin kencang dan hujan.

Topan Kammuri diperkirakan akan melewati dekat ibu kota Manila pada tengah hari, Selasa (3/12). Bandara Internasional Ninoy Aquino akan ditutup mulai pukul 11.00-23.00 waktu setempat. Puluhan penerbangan terpaksa dibatalkan atau dialihkan.

Penjaga pantai juga menunda perjalanan laut di kawasan timur laut, sehingga menahan ribuan pengunjung, kapal-kapal kargo, dan perahu air kecil. Filipina menjadi negara paling rawan bencana di bumi, salah satunya karena dihantam sekitar 20 topan setiap tahun.

Negara kepulauan dengan lebih dari 100 juta orang itu juga terletak di wilayah Pasifik “Cincin Api”, yaitu daerah aktif dimana gempa bumi dan letusan gunung berapi biasa terjadi.



Sumber: Suara Pembaruan