Indonesia Ajukan Isu Laut dalam Konferensi Perubahan Iklim
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Indonesia Ajukan Isu Laut dalam Konferensi Perubahan Iklim

Rabu, 4 Desember 2019 | 19:39 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia akan mengajukan isu laut dan kaitannya dengan iklim dalam konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau Conference of Parties (COP) ke-25 yang digelar selama dua pekan di Madrid, Spanyol, pada 2-13 Desember 2019.

Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi laut, Indonesia melihat potensi laut bisa mencegah dampak-dampak negatif dari perubahan iklim.

Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Agustaviano Sofjan, mengatakan Indonesia bersama beberapa negara mempunyai pemikiran sama untuk memasukkan isu laut ke dalam agenda Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

“Secara ilmiah kuat sekali bagaimana ekosistem laut bisa mencegah dampak negatif perubahan iklim. Misalnya, batu karang bisa menyerap emisi karbon, juga rumput laut,” kata Agus saat dihubungi SP di Jakarta, Selasa (3/12).

Agus menjelaskan laut juga bisa berfungsi adaptasi, salah satunya dengan penanaman bakau yang bisa mencegah kenaikan permukaan air laut dan tsunami. Dia menyebut isu laut belum menguat meskipun sebenarnya sudah disinggung dalam pembahasan UNFCCC selama 10 tahun.

Kaitan Laut dan Iklim

Isu itu kini mendapatkan momentumnya karena adanya hasil penelitian ilmiah dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yaitu panel para ahli perubahan iklim, yang mengaitkan laut dan iklim.

“Indonesia dipercayakan oleh beberapa negara untuk memimpin mengajukan pengaitan iklim dan laut ini,” kata Agus.

Agus mengatakan Indonesia dalam COP25 juga akan mendesak tanggung jawab lebih besar dari negara-negara maju untuk pengurangan emisi karbon. Dia mengingatkan perubahan iklim tidak bisa ditangani oleh satu atau dua negara, melainkan harus langkah global. Namun, dalam penerapannya harus menganut prinsip “Common But Differentiated Responsibilites” (CBDR) yaitu tanggung jawab bersama tapi dibedakan, yang telah diformalisasi dalam UNFCCC di Rio de Janeiro tahun 1992.

Menurut Agus, prinsip itu menekankan tanggung jawab setiap negara, tapi ada perbedaan dari negara-negara maju yang terlebih dulu melakukan industrialisasi. Dia mencontohkkan Inggris sudah melakukan revolusi industri sejak 150 tahun lalu, sedangkan negara-negara berkembang termasuk Indonesia, Tiongkok, India baru saja memulai industrialisasi sejak 20-30 tahun lalu.

“Ada tarik menarik, perseteruan antara negara maju dan berkembang tentang siapa ini yang punya tanggung jawab. Indonesia berprinsip kita bertanggung jawab, tapi jangan melupakan prinsip CBDR,” ujar Agus.




BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Trump, Macron, Erdogan Berseteru di KTT NATO

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron saling berselisih terkait masa depan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO

DUNIA | 4 Desember 2019

Topan Kammuri Tewaskan 4 Orang

Topan kuat Kammuri telah menewaskan empat orang di Filipina dan memaksa pihak berwenang untuk menutup bandara terbesar.

DUNIA | 4 Desember 2019

Kamala Harris Mundur dari Kandidat Capres Demokrat AS

Anggota Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Kamala Harris membatalkan ambisinya maju sebagai kandidat presiden pada Selasa (3/12).

DUNIA | 4 Desember 2019

Amnesti: 208 Orang Tewas dalam Demonstrasi di Iran

Amnesti Internasional melaporkan setidaknya 208 orang telah tewas di Iran selama penumpasan keamanan terhadap demonstran yang dipicu oleh kenaikan harga bensin.

DUNIA | 3 Desember 2019

Hong Kong Deportasi TKI yang Meliput Aksi Protes

Otoritas Hong Kong, Senin (2/12), mendeportasi seorang pekerja migran Indonesia yang melaporkan aksi protes di kota itu.

DUNIA | 3 Desember 2019

Dilanda Topan Kammuri, Filipina Evakuasi 200.000 Orang

Filipina telah mengevakuasi lebih dari 200.000 orang di daerah pantai dan pegunungan akibat Topan Kammuri.

DUNIA | 3 Desember 2019

Demi Latihan Militer AS, Jepang Beli Pulau Senilai Rp 2 Triliun

Jepang menyatakan pihaknya telah setuju untuk membeli pulau tak berpenghuni di lepas pantai barat daya seharga US $ 146 juta (Rp2,05 triliun)

DUNIA | 3 Desember 2019

Taiwan Layak untuk Dimasukkan dalam Sistem Perubahan Iklim Global

Taiwan meminta Indonesia dan negara-negara lain mendukung partisipasi Taiwan untuk berkontribusi secara profesional dan pragmatis di UNFCCC.

DUNIA | 2 Desember 2019

Akibat Temuan Bom PD II, 10.000 Orang Dievakuasi

Satu bom bekas Perang Dunia II memicu evakuasi lebih dari 10.000 orang di Turin, Italia.

DUNIA | 2 Desember 2019

Kecelakaan Bus di Tunisia, 22 Orang Tewas

Sedikitnya 24 warga Tunisia tewas pada Minggu (1/12), setelah satu bus terjatuh ke jurang.

DUNIA | 2 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS