Dalam 24 Jam, 127 Kasus Pembunuhan di Meksiko

Dalam 24 Jam, 127 Kasus Pembunuhan di Meksiko
Tentara berjaga di luar Kepresidenan Kota di Villa Union, negara bagian Coahuila, Meksiko, pada Senin (2/12/2019).Pasukan keamanan Meksiko, Senin, mencari orang-orang bersenjata yang melakukan serangan bersenjata terhadap pihak berwenang di Villa Union ( Foto: AFP / Julio Cesar AGUILAR )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 4 Desember 2019 | 19:44 WIB

Mexico City, Beritasatu.com- Pertempuran melawan kejahatan narkoba di Meksiko berubah menjadi mematikan ketika negara itu mencatat hari kekerasan terburuknya sepanjang tahun 2019. Dalam 24 jam, ada 127 kasus pembunuhan yang terjadi di Meksiko.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (1/12), jumlah korban tewas yang belum pernah terjadi sebelumnya menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan “pelukan bukan peluru” pemerintah dalam menangani kartel narkoba.

Sekretariat Keamanan Publik Meksiko melaporkan total 127 orang terbunuh pada 1 Desember, hari yang sama ketika Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menandai ulang tahun pertamanya di kantor.

Daerah dengan pembunuhan terbanyak adalah Coahuila dengan 21 kasus pembunuhan, negara bagian Meksiko dengan 14 kasus, diikuti oleh Guanajuato dan Oaxaca dengan masing-masing 10 kasus pembunuhan.

Di Coahuila, pemerintah menyatakan 16 pria bersenjata, empat petugas polisi, dan dua warga sipil tewas setelah konvoi kendaraan dari seorang yang diduga kartel narkoba melaju ke kota dan mulai menembaki orang-orang.

Serangan itu dikonfirmasi sebagai yang paling mematikan dalam sejarah masa damai Meksiko. Sebelumnya, hari dengan jumlah pembunuhan terbanyak adalah pada 28 Juli 2019 dengan 106 orang terbunuh.



Sumber: Suara Pembaruan