Digosipin, Trump Sindir Balik Pemimpin NATO

Digosipin, Trump Sindir Balik Pemimpin NATO
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan), berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg (kiri), ketika Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson (tengah), melihat saat kedatangan KTT NATO di hotel Grove di Watford, timur laut London, Inggris, Rabu (4/12/2019). (Foto: AFP / CHRISTIAN HARTMANN)
Natasia Christy Wahyuni / JAI Kamis, 5 Desember 2019 | 14:50 WIB

Watford, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyindir balik para pemimpin negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menggosipkannya.

Tidak tanggung-tanggung, Donald Trump mengeluarkan kata-kata yang pedas seperti "berandalan", "mati otak", bahkan "bermuka dua"kepada para pemimpin negara yang menggosipkannya. 

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, bersama PM Inggris, Boris Johnson, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan PM Belanda, Mark Rutte, tertangkap kamera sedang membicarakan Trump saat resepsi NATO, di Istana Buckingham.

Video tersebut menyebar di media sosial dan mendapat tanggapan publik yang mengejek pertemuan NATO penuh dengan perselisihan, walaupun memamerkan keakraban.

Donald Trump menyebut Justin Trudeau sebagai orang “berwajah dua” setelah Justrin Trudeau tertangkap kamera sedang mengejek dan mentertawakan konferensi pers mendadak Donald Trump.

“Dia bermuka dua. Saya melihat dia orang yang baik, tapi kenyataannya adalah saya menyebutnya dengan fakta bahwa dia tidak membayar 2% dan saya pikir dia sangat tidak senang dengan itu,” kata Donald Trump, merujuk kepada komitmen anggota NATO untuk mengeluarkan 2% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mereka untuk pertahanan.

Donald Trump juga seolah diolok-olok oleh para pemimpin NATO yang lewat komunike bersama menyebutkan komitmen untuk memastikan negara-negara mereka memiliki komunikasi 5G yang aman, meski tanpa menyebut Huawei yang menjadi pencetus teknologi itu.

Donald Trump telah menyebut Huawei dengan terobosan teknologi 5G sebagai “bahaya keamanan”. Dalam konferensi pers, Trump mengaku telah mendapat jaminan dari Italia dan negara-negara lain bahwa mereka tidak akan melakukan kesepakatan dengan Huawei.



Sumber: Suara Pembaruan