PM Baru Finlandia Termuda di Dunia

PM Baru Finlandia Termuda di Dunia
Sanna Marin ( Foto: Istimewa )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Senin, 9 Desember 2019 | 14:43 WIB

Heksinki, Beritasatu.com - Menteri Transportasi Finlandia, Sanna Marin, Minggu (8/12/2019), terpilih menjadi Ketua Partai Sosial Demokratik, yang sekaligus menjadikannya sebagai Perdana Menteri (PM) Finlandia baru, menggantikan Antti Rinne yang telah mengundurkan diri.

Terpilihnya Sanna Marin (34) sebagai PM Finlandia melalui proses pemungutan suara, membuatnya mencatat sejarah baru sebagai PM termuda di Finlandia dan juga di dunia.

Sanna Marin mengungguli Antti Lindtman, kepala kelompok parlemen Partai Sosial Demokratik. Sanna Marin akan dilantik sebagai PM Finlandia dalam pekan ini.

“Kami memiliki banyak pekerjaan di depan untuk membangun kembali kepercayaan,” kata Sanna Marin kepada wartawan setelah berhasil memenangkan selisih suara tipis untuk pemilihan pemimpin Partai Sosial Demokratis, di Helsinki, Minggu (8/12/2019).

Sanna Marin berhasil mengalami peningkatan pesat dalam perpolitikan di Finlandia sejak menjadi kepala dewan kota di tempat asalnya, kota perindustrian Tampere, saat usianya baru 27 tahun.

Sanna Marin akan mengambil alih kepemimpinan di tengah gelombang protes selama tiga hari yang telah menunda produksi di sejumlah perusahaan terbesar Finlandia mulai Senin (9/12).

“Saya tidak pernah memikirkan tentang umur atau jenis kelamin. Saya memikirkan alasan saya terjun ke dalam politik dan hal-hal yang membuat kami mendapat kepercayaan dari pemilih,” kata Sanna Marin.

Empat partai lain di dalam koalisi pemerintah Finlandia juga dipimpin perempuan yaitu Aliansi Kiri dipimpin oleh Li Anderson (32), Liga Hijau dipimpin oleh Maria Ohisalo (34), Partai Tengah dipimpin oleh Katri Kulmuni (32), dan Ketua Partai Rakyat Swedia Anna-Maja Henriksson (55).

Berdasarkan surat kabar terbesar Finlandia, Helsingin Sanomat, dan tabloid Ilta-Sanomat, Marin juga menjadi PM termuda di dunia. PM muda lainnya yang saat ini masih menjabat adalah PM Selandia Baru, Jacinda Ardern (39), PM Ukraina Oleksiy Honcharuk (35), dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un yang dilaporkan berusia 35 tahun.

Pemilihan pemimpin Partai Sosial Demokratik dilakukan setelah PM Antti Rinne mengundurkan diri pada Selasa (3/12), dipicu oleh mosi tidk prcaya dari salah satu partai di dalam koalisinya, terkait dengan penanganannya dalam aksi mogok dari pegawai pos.

Konfederasi Industri Finlandia memperkirakan aksi mogok akan membuat perusahaan kehilangan 500 juta euro (Rp 7,7 triliun) sebagai kerugian pendapatan.

Koalisi kiri-tengah, yang baru menjabat sejak enam bulan lalu, telah sepakat untuk melanjutkan program politiknya dengan menekankan kepada perubahan netralitas karbon setelah Rinne mengumumkan akan mundur sesuai permintaan Partai Tengah.

Menanggapi hal itu, Sanna Marin mengatakan bahwa pihaknya mempunyai program pemerintahan bersama yang merekatkan koalisi.

Waktu perubahan kepemimpinan adalah hal canggung untuk Finlandia karena negara itu menjabat rotasi kepresidenan di Uni Eropa sampai akhir tahun 2019. Artinya, Finlandia memainkan peran penting untuk memutuskan anggaran baru bagi blok tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan