Kebakaran Pabrik Tas di India, 43 Tewas

Kebakaran Pabrik Tas di India, 43 Tewas
Personel polisi dan petugas kesehatan bersiaga dengan mobil ambulans untuk menolong korban kebakaran pabrik tas di kawasan Anaj Mandi, New Delhi, India, Minggu (8/12/2019). ( Foto: AFP / SAJJAD HUSSAIN )
Unggul Wirawan / JAI Senin, 9 Desember 2019 | 14:54 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - Sebanyak 43 orang tewas dalam kebakaran pabrik tas di ibu kota India, New Delhi. Kepolisian India menyatakan jumlah korban diperkirakan akan meningkat, Minggu (8/12/2019).

Kebakaran terjadi pada Minggu dini hari di kawasan tua kota itu, yang jalurnya sempit, padat, dan dipenuhi banyak unit manufaktur dan gudang penyimpanan kecil, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan dari petugas pemadam kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan sangat sulit untuk mengakses tempat kejadian perkara karena kondisi gelap dan kurang penerangan di pusat komersial Sadar Bazar.

Saluran-saluran berita lokal menyiarkan rekaman pemadam kebakaran yang membawa orang-orang keluar dari jalan sempit ke kendaraan darurat terdekat.

“Kami menyelamatkan setidaknya 50 orang. Mereka adalah buruh dan pekerja pabrik yang tidur di dalam gedung berlantai empat atau lima ini,” kata Sunil Choudhary, wakil kepala petugas pemadam kebakaran New Delhi kepada AFP, Minggu (8/12/2019).

Seorang pejabat senior kepolisian Delhi mengatakan delapan atau sembilan orang dapat diselamatkan kemudian, sehingga jumlah keseluruhan korban selamat menjadi setidaknya 58 orang. Hingga kini, petugas menyatakan masih tidak yakin tentang penyebab kebakaran itu.

Monika Bhardwaj, wakil komisaris polisi distrik utara Delhi mengatakan bahwa jumlah korban jiwa dari insiden itu telah melonjak menjadi 43 orang, sedangkan 16 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit setempat.

“Pemadam kebakaran telah menyelesaikan pekerjaan penyelamatan. Tidak ada lagi mayat di lokasi. Kami belum tahu penyebab kebakaran tetapi tahu bahwa kebakaran diperburuk karena kantong kemasan plastik, tas dan bahan-bahan lain seperti itu di sana,” tambah Monika Bhardwaj.

Banyak pabrik dan unit manufaktur kecil di kota-kota besar India sering berlokasi di kawasan kota tua yang sempit, tempat biaya sewa relatif lebih murah. “Sebagian besar yang meninggal sedang tidur ketika kebakaran terjadi dan meninggal karena sesak napas,” tambah asisten komisioner polisi Sadar Bazar kepada AFP.

Unit-unit semacam itu sering juga berfungsi sebagai tempat tidur bagi kaum miskin, kebanyakan buruh migran dan pekerja, yang berhasil menghemat uang dengan tidur semalam di tempat kerja mereka. Kurangnya perencanaan dan lemahnya penegakan peraturan bangunan dan keselamatan sering menyebabkan kecelakaan yang mematikan.

“Kebakaran di Anaj Mandi di Delhi di Jalan Rani Jhansi sangat mengerikan. Bela sungkawa saya sampaikan kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai. Semoga korban yang terluka segera pulih. Pihak berwenang menyediakan semua kemungkinan bantuan di lokasi tragedi itu,” kata Perdana Menteri Narendra Modi memposting pesan di Twitter.

Arvind Kejriwal, kepala menteri Delhi, menggambarkan insiden itu sebagai "berita yang sangat tragis". “Operasi penyelamatan sedang berlangsung. Petugas pemadam kebakaran melakukan yang terbaik. Korban yang terluka dibawa ke rumah sakit,” tulis Kejriwal di Twitter.

 



Sumber: Suara Pembaruan