Tiongkok Akan Singkirkan Semua Komputer Produk AS

Tiongkok Akan Singkirkan Semua Komputer Produk AS
Otoritas Tiongkok berencana menyingkirkan semua perangkat komputer produksi Amerika Serikat (AS) secara bertahap hingga 2022 dari seluruh kantor pemerintah, menyusul perang dagang kedua negara. (Foto: AFP / Dokumentasi)
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 10 Desember 2019 | 21:23 WIB

Beijing, Beritasatu.com -Otoritas Tiongkok telah memerintahkan agar semua peralatan dan perangkat lunak komputer asing disingkirkan dari kantor pemerintah dan lembaga publik dalam waktu tiga tahun. Arahan pemerintah Tiongkok ini kemungkinan akan menjadi pukulan bagi perusahaan multinasional AS seperti HP, Dell dan Microsoft.

Seperti dilaporkan Financial Times (FT), Senin (9/12), perintah itu mencerminkan dampak balasan dari upaya Washington untuk membatasi penggunaan teknologi Tiongkok, karena perang perdagangan antar negara berubah menjadi perang dingin teknologi.

Pemerintahan Trump melarang perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan perusahaan telekomunikasi Tiongkok yakni Huawei awal tahun 2019. Pada Mei 2019, Google, Intel, dan Qualcomm mengumumkan bahwa mereka akan membekukan kerja sama dengan Huawei.

Dengan mengecualikan Tiongkok dari pengetahuan Barat, pemerintahan Trump telah memperjelas bahwa pertempuran sesungguhnya adalah tentang mana dari dua negara adidaya ekonomi yang memiliki keunggulan teknologi untuk dua dekade mendatang.

Perintah soal komputer ini adalah arahan publik pertama yang diketahui dari Beijing yang menetapkan target spesifik yang membatasi penggunaan teknologi asing oleh Tiongkok. Meskipun demikian, kebijakan ini merupakan bagian dari langkah yang lebih luas di dalam Tiongkok untuk meningkatkan ketergantungannya pada teknologi domestik.

FT melaporkan bahwa arahan akan membuat sekitar 20 hingga 30 juta perangkat keras yang perlu diganti dan pekerjaan ini akan dimulai pada tahun 2020. Analis mengatakan kepada FT bahwa 30% dari penggantian akan berlangsung pada tahun 2020, 50% pada tahun 2021 dan 20% pada tahun 2022.

Menurut para analis, perintah itu datang dari kantor pusat partai Komunis Tiongkok awal tahun 2019. Dua karyawan dari perusahaan keamanan siber memberi tahu FT bahwa klien pemerintah telah menggambarkan kebijakan itu.

Mengganti semua perangkat dan perangkat lunak dalam kerangka waktu tersebut akan menjadi proses yang menantang, mengingat banyak produk yang dikembangkan untuk sistem operasi AS seperti Windows untuk Microsoft.



Sumber: Suara Pembaruan