Exit Poll Pemilu Inggris, Partai Konservatif Unggul

Exit Poll Pemilu Inggris, Partai Konservatif Unggul
Perdana Menteri Inggris sekaligus Pemimpin Partai Konservatif, Boris Johnson, berpose sambil memegang tanda palu ke tulisan “Get Brexit Done” (buat Brexit berhasil), saat berkampanye di Benfleet, bagian timur Kota London, pada 11 Desember 2019. ( Foto: AFP / Ben Stansall )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 13 Desember 2019 | 16:10 WIB

London, Beritasatu.com - Partai Konservatif yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, diprediksi akan mendapatkan kemenangan mayoritas dalam pemilu Inggris, yang digelar Kamis (12/12/2019).

Hasil exit poll (hitung cepat) dari sejumlah media Inggris, yaitu BBC/ITV/Sky, yang dipublikasikan sekitar pukul 22.00 waktu setempat, menyebutkan Konservatif memenangkan mayoritas 86 kursi.

Konservatif berhasil merebut dukungan di bekas basis Partai Buruh dan diprediksi memenangkan pemilu. Partai Buruh telah kehilangan kursi di Inggris utara dan Wales, yakni wilayah yang memilih Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit, dalam referendum pada 2016.

Exit poll memprediksi Partai Buruh kehilangan 71 kursi. Sedangkan, Partai Nasional Skotlandia (SNP) berhasil mendapatkan keuntungan dengan merebut Rutherglen dan Hamilton West dari Partai Buruh dan Angus dari Konservatif.

Beberapa konstituen, seperti Darlington atau Workington di Inggris utara, diprediksi memiliki anggota parlemen Konservatif untuk pertama kalinya selama puluhan tahun. Tapi, Partai Buruh berhasil mengambil Putney yang terletak di London barat daya, dari Tory (sebutan Partai Konservatif).

Exit poll dilakukan di 144 tempat pemungutan suara (TPS) melibatkan 22.790 pemilih yang diwawancarai seusai memberikan hak suara. Diperkirakan Konservatif akan mendapatkan 368 kursi parlemen atau bertambah 50 kursi dari hasil pemilu 2017.

Sedangkan, Buruh akan mendapatkan 191 kursi, SNP meraih 55 kursi, Liberal Demokrat mendapatkan 13 kursi, Plaid Cymru, mendapat tiga kursi, Partai Hijau mendapat satu kursi, dan Partai Brexit tidak mendapatkan kursi.

Ini akan menjadi kemenangan terbesar Partai Konservatif sejak 1987, sebaliknya menjadi kekalahan terburuk Partai Buruh sejak 1935. Mata uang Inggris, poundsterling, langsung menguat terhadap dollar setelah angka-angka exit poll diumumkan sesaat setelah pemungutan suara berakhir pukul 22.00. Poundsterling naik 3% terhadap US$ 1,35 atau tingkat tertinggi sejak Mei 2018.

Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel mengatakan pemerintah akan bergerak secepatnya untuk menyelesaikan Brexit sebelum Natal dengan mengajukan RUU kepada parlemen.

Anggota parlemen Konservatif, Alan Duncan, mengatakan kemenangan itu menegaskan posisi Perdana Menteri Inggris, Johnson, sebagai tokoh politik dominan di Inggris dan akan memerintah dengan nyaman karena dukungan mayoritas di parlemen.



Sumber: Suara Pembaruan