Komite Kehakiman Tunda Voting Pasal Dakwaan Pemakzulan Trump

Komite Kehakiman Tunda Voting Pasal Dakwaan Pemakzulan Trump
Ketua Komite Kehakiman DPR AS, Jerry Nadler, berbicara kepada seorang ajudannya, saat sidang di Kantor Longworth House, Capitol Hill, Washington, Kamis (22/12/2019). (Foto: AFP / Olivier Douliery)
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 13 Desember 2019 | 16:36 WIB

Washington, Beritasatu.com - Komite Kehakiman House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) Amerika Serikat (AS) menunda pemungutan suara (voting) atas dua pasal dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. 

Ketua Komite Kehakiman DPR AS, Jerry Nadler, memutuskan menunda voting tersebut, dalam sidang pembahasan redaksional dua pasal dakwaan pemakzulan, pada Kamis (13/12/2019).

Penundaan dilakukan setelah perdebatan sengit yang berlangsung selama dua hari sidang di Komite Kehakiman DPR AS. Sidang tersebut telah berlangsung sejak Rabu (11/12/2019) sampai Kamis (12/12/2019). 

"Pemungutan suara akan dilakukan pada Jumat (13/12/2019). Komite Kehakiman akan memulai sidang pukul 10.00 (waktu setempat, Red)," kata Jerry Nadler, menutup sidang tersebut.  

Perdebatan sengit disebabkan Partai Republik menginginkan amandemen terhadap pasal yang menuduh Presiden trump telah menyalahgunakan kekuasaan.

Seperti diketahui, pada Selasa (10/12/2019), Partai Demokrat mengajukan dua dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Trump. Pertama, Trump dinilai menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan politik pribadi dengan meminta Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyelidiki Hunter Biden, putra dari mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden. Kedua, Trump telah mengabaikan amanat konstitusi dengan menghalangi penyelidikan pemakzulan yang dilakukan DPR AS.

Ada 41 anggota Komite Kehakiman DPR AS, terdiri dari 24 senator Partai Demokrat dan 17 senator Partai Republik. Jerry Nadler mengatakan tak akan ada perdebatan lagi dan akan dilakukan voting untuk meloloskan dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, dalam sidang Komite Kehakiman AS, Jumat.

Partai Demokrat dipastikan akan memenangkan voting tersebut, sehingga agenda selanjutnya yaitu membawa dakwaan pemakzulan Presiden Donald Trump dalam sidang DPR AS, yang dijadwalkan pekan depan.

Sidang pemungutan suara untuk meloloskan atau menolak dakwaan pemakzulan Trump, dijadwalkan dalam sidang DPR pekan depan, namun belum dipastikan tanggalnya. DPR AS biasanya mengadakan sidang pada Senin hingga Kamis, setiap minggunya.

Jika disetujui dalam sidang DPR pekan depan, dakwaan pemakzulan Trump akan memasuki tahap pengujian di Senat AS, yang dijadwalkan akan disidang pada Januari 2020.



Sumber: Suara Pembaruan