Pemerintah Indonesia Beri Primaduta Award untuk Perusahaan Rusia

Pemerintah Indonesia Beri Primaduta Award untuk Perusahaan Rusia
Penyerahan Primaduta Award dari Pemerintah Indonesia oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia M Wahid Supriyadi kepada Presiden Soyuzsnab JSC, Denis Chernikov, di Moskwa, Rusia, Rabu, 18 Desember 2019. ( Foto: Istimewa / KBRI Moskwa )
Asni Ovier / AO Jumat, 20 Desember 2019 | 12:48 WIB

Moskwa, Beritasatu.com - Perusahaan Rusia, Soyuzsnab JSC, memperoleh Primaduta Award dari Pemerintah Indonesia atas kiprahnya sebagai importir produk dan komoditi Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi kepada Presiden Soyuzsnab JSC, Denis Chernikov, di Moskwa, Rusia, Rabu (18/12/2019).

Dalam siaran pers KBRI Moskwa yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (20/12/2019), disebutkan, pada acara itu Dubes Wahid didampingi Farid Amir, Atase Perdagangan, dan Enjay Diana, Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Moskwa.

Perusahaan yang didirikan pada1991 itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok utama untuk produksinya. Dari Indonesia, Soyuznab mengimpor berbagai macam produk turunan dari kelapa sawit, seperti specialty fats.

Dalam pertemuan dengan Denis Chernikov saat berkunjung ke Soyuzsnab, Dubes Wahid mengatakan, Primaduta Award adalah bentuk apresiasi Pemerintah Indonesia kepada perusahaan asing, seperti Soyuzsnab, atas kerja sama dengan Indonesia.

“Soyuzsnab berkontribusi dalam hubungan perdagangan Indonesia dengan Rusia dan kami berharap volume perdagangan Indonesia dengan Rusia dapat lebih meningkat di masa mendatang dengan adanya peran serta Soyuzsnab,” kata Dubes Wahid.

Rusia merupakan salah satu pasar utama ekspor Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Berdasarkan data Federal Customs Service Federasi Rusia, pada 2018 nilai perdagangan Rusia dengan Indonesia mencapai US$ 2,583 miliar dengan nilai impor Rusia dari Indonesia sebesar US$ 1,715 miliar.

Pada periode Januari-Oktober 2019, nilai perdagangan kedua negara sebesar US$ 1,993 miliar dengan nilai impor Rusia dari Indonesia sebesar US$ 1,389 miliar. Produk unggulan impor Rusia dari Indonesia adalah minyak sawit.

Denis Chernikov menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas penghargaan yang diberikan dan penghargaan tersebut sangat berarti bagi perusahaannya. Kerja sama dengan Indonesia telah dirintis sejak 1994. Melihat besarnya potensi kerja sama, Soyuzsnab berkeinginan lebih mengembangkan kerja sama dengan Indonesia, khususnya untuk penyediaan bahan-bahan dasar produk makanan, seperti kultur bakteri.

“Pada 2020, kami berencana membuka kantor perwakilan di Indonesia,” kata Denis Chernikov yang juga sebagai pendiri Soyuzsnab.

Primaduta Award adalah bentuk penghargaan dari Pemerintah Indonesia yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan asing yang telah melakukan impor beragam produk Indonesia. Tahun ini, Primaduta Award diberikan kepada 45 perusahaan asing dari 31 negara, yang salah satunya adalah Soyuzsnab dari Rusia.

Sebelumnya, Primaduta Award diserahkan Wakil Presiden RI kepada para Kepala Perwakilan RI pada saat Trade Expo Indonesia 2019 untuk diteruskan kepada perusahaan-perusahaan asing tersebut.

Soyuzsnab adalah salah satu perusahaan terkemuka Rusia yang memproduksi makanan dan bahan makanan seperti roti, cokelat, produk kakao, minyak dan lemak, kultur bakteri atau mikrobiologi industri, aromatik, es krim, keju, dan susu. Soyuzsnab memiliki 22 kantor cabang di berbagai kota di Rusia, termasuk di Amerika Serikat dan Tiongkok.



Sumber: Suara Pembaruan