Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh

Kamis, 9 Januari 2020 | 17:45 WIB
Oleh : YUD

Dubai, Beritasatu.com - Pesawat Ukraina terbakar sesaat sebelum jatuh di barat daya Teheran dan menewaskan 176 penumpangnya, demikian menurut laporan awal dari penyelidik Iran.

Pesawat Ukrainian International Airlines berjenis Boeing 737-800, yang dalam penerbangan ke Kiev dan membawa sebagian besar warga Iran dan Kanada, jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara Teheran Imam Khomeini, Rabu (8/1/2020).

Laporan oleh organisasi penerbangan sipil Iran yang disusun berdasarkan keterangan para saksi di darat dan dari sebuah pesawat yang terbang di ketinggian yang sama, mengatakan pesawat itu terbakar saat masih tinggi di udara.

Pesawat berusia tiga tahun, yang memiliki jadwal perawatan terakhir pada Senin (6/1/2020), mengalami masalah teknis segera setelah lepas landas dan mulai menuju ke bandara terdekat sebelum jatuh, kata laporan itu.

Masalah teknis tidak disebutkan dalam laporan itu, yang juga mengatakan bahwa tidak ada komunikasi radio dari pilot dan bahwa pesawat menghilang dari radar pada ketinggian 8.000 kaki (2.440 meter).

Sejauh ini tidak jelas apakah ada masalah teknis yang bisa terkait dengan kesalahan mekanis atau bagian yang rusak.

Bencana tersebut menimbulkan sorotan baru pada Boeing, yang menghadapi krisis keselamatan pada tipe 737 yang berbeda, meskipun pesawat yang jatuh di Iran tidak memiliki fitur yang diduga menyebabkan jatuhnya 737 MAX yang telah dilarang terbang.

Laporan Iran menyebut kecelakaan itu sebagai "kecelakaan".

Investigasi terhadap kecelakaan pesawat terbang sangat kompleks, sehingga membutuhkan pengambil kebijakan, pakar, dan perusahaan di beberapa yurisdiksi internasional untuk bekerja bersama. Mengeluarkan laporan awal dalam waktu 24 jam jarang terjadi dan butuh waktu berbulan-bulan untuk sepenuhnya menentukan penyebabnya.

Sebuah sumber keamanan Kanada mengatakan kepada Reuters ada bukti salah satu mesin terlalu panas.

Kecelakaan yang terjadi beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap pasukan pimpinan AS di Irak, membuat beberapa orang berspekulasi bahwa pesawat itu mungkin terkena tembakan.

Penilaian awal badan-badan intelijen Barat adalah bahwa pesawat itu mengalami kerusakan teknis dan belum dijatuhkan oleh rudal, lima sumber keamanan---tiga orang Amerika, satu Eropa dan Kanada---yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters.

Di Kiev, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan beberapa kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat.

Dalam sebuah pernyataan televisi, Zelenskiy meminta orang untuk menahan diri dari spekulasi, teori konspirasi, dan evaluasi tergesa-gesa mengenai kecelakaan itu. Dia juga menetapkan Kamis sebagai hari berkabung nasional.

Dia mengatakan akan berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran untuk meningkatkan kerja sama dalam mencari tahu alasan kecelakaan itu.

Negara-negara yang diakui sebagai peserta dalam penyelidikan harus mencalonkan siapa yang mereka ingin libatkan, kata laporan Iran, sambil mengatakan para ahli Ukraina akan ambil bagian.

Sebagai negara tempat pesawat dirancang dan dibangun, Amerika Serikat biasanya diizinkan untuk terakreditasi di bawah konvensi yang dikelola PBB tetapi tidak ada pihak yang mengatakan apakah penyelidik AS akan dikirim ke Iran.

Badan penerbangan Iran tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar untuk mengklarifikasi posisi mereka.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat dengan pembunuhan seorang jenderal Iran oleh AS pada 3 Januari lalu, yang dibalas Teheran dengan serangan rudal terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Irak.

Pesawat Ukraina itu lepas landas dari bandara Teheran pada pukul 6:12 pagi waktu setempat dan diberi izin untuk naik ke ketinggian 26.000 kaki, kata laporan itu. Pesawat itu jatuh enam menit kemudian di dekat kota Sabashahr.

Mayat dan bagian tubuh yang ditemukan dari lokasi kecelakaan telah dibawa ke kantor pemeriksaan mayat untuk diidentifikasi, kata laporan itu.

Puing-puing yang membara, termasuk sepatu dan pakaian, berserakan di sebuah lapangan tempat pesawat itu jatuh.

Pesawat itu ditumpangi 146 warga Iran, 10 warga Afghanistan, 11 warga Ukraina, lima warga Kanada, dan empat warga Swedia, kata laporan itu.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka yang termasuk di dalamnya 82 orang Iran, 63 orang Kanada, dan 11 orang Ukraina.

Teheran-Toronto melalui rute Kiev adalah penerbangan yang populer bagi orang Kanada keturunan Iran yang ingin mengunjungi Iran tanpa adanya penerbangan langsung.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Reuters, Antara


BERITA LAINNYA

Boeing: Tiongkok Akan Beli 8.700 Pesawat Baru dalam 20 Tahun

Maskapai penerbangan Tiongkok kemungkinan akan membeli 8.700 pesawat senilai US$ 1,47 triliun selama 20 tahun ke depan.

DUNIA | 23 September 2021

Untuk Lansia, FDA Akan Izinkan Dosis Ketiga Vaksin Covid Pfizer

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengesahkan dosis ketiga dari vaksin Pfizer-Biontech dalam waktu dekat.

DUNIA | 23 September 2021

Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

Covid-19 akan menyerupai flu biasa pada musim semi tahun depan ketika imunitas manusia sudah makin kuat karena vaksin.

DUNIA | 23 September 2021

Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

Para ilmuwan Tiongkok mengklaim Covid-19 sudah muncul di Amerika Serikat (AS) jauh sebelum muncul di Tiongkok.

DUNIA | 23 September 2021

Produsen Kapal Selam Prancis Tetap Akan Kirim Tagihan ke Australia

Naval Group Prancis menyatakan pada Rabu (22/9/2021) tetap akan mengirim tagihan pesanan kapal selam ke pemerintah Australia dalam beberapa minggu mendatang.

DUNIA | 23 September 2021

PBB Peringatkan 16 Juta Rakyat Yaman Menuju Kelaparan

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan 16 juta orang rakyat Yaman sedang menuju kelaparan.

DUNIA | 23 September 2021

Setelah Diprotes India, Inggris Setujui Vaksin Covid-19 Covishield

Setelah diprotes India, Inggris mengklarifikasi Covishield versi vaksin AstraZeneca buatan India adalah vaksin yang disetujui

DUNIA | 23 September 2021

Khawatir Lonjakan Kasus Saat Liburan, Korsel Minta Tes Covid-19 Diperbanyak

Korsel memperingatkan orang-orang yang kembali dari liburan untuk melakukan tes Covid-19, sebelum mereka kembali masuk kerja.

DUNIA | 23 September 2021

Tiongkok Temukan Kembali Kasus Flu Burung Varian H5N6 pada Manusia

Tiongkok mendapati lagi satu kasus flu burung varian H5N6 pada seorang warga di Kota Dongguan, Provinsi Guangdong.

DUNIA | 23 September 2021

Facebook Diperintahkan Buka Catatan Akun Terkait Kekerasan Anti-Rohingya

Hakim memerintahkan Facebook untuk merilis catatan akun terkait kekerasan anti-Rohingya di Myanmar yang ditutup raksasa media sosial itu.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Lepasliarkan 1.500 Tukik di Cilacap, Jokowi: Agar Tidak Punah

Lepasliarkan 1.500 Tukik di Cilacap, Jokowi: Agar Tidak Punah

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings