Dari Greta Thunberg hingga Donald Trump, Ini Para Pembicara WEF 2020

Dari Greta Thunberg hingga Donald Trump, Ini Para Pembicara WEF 2020
Aktivis iklim remaja Greta Thunberg memberikan pidato yang berapi-api di KTT Aksi Iklim di PBB, New York, Senin (23/9/2019). . ( Foto: AFP/ Getty Images / Stephanie Keith )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 19 Januari 2020 | 20:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konferensi Tingkat Tinggi World Economic Forum (WEF) 21-24 Januari 2020 di Davos, Swiss mengangkat tema perubahan iklim. Sejumlah agen perubahan, mulai dari aktivis, akademisi hingga pembuat kebijakan diundang untuk memaparkan inisiatif mereka.

Dalam pertemuan kali ini, aktivis-aktivis muda diberikan panggung yang penting dalam pertemuan yang juga menghadirkan pemimpin-pemimpin negara seperti Presiden AS Donald Trump dan perdana menteri (PM) termuda dunia, PM Finlandia Sanna Marin yang baru berumur 34 tahun.

Greta Thunberg (17), aktivis lingkungan dari Swedia yang memprakarsai gerakan mogok sekolah untuk mengingatkan dunia akan perubahan iklim menjadi salah satu pembicara. Selain itu ada Ayakha Melithafa (17), aktivis lingkungan dari Afrika Selatan, yang berjuang untuk inklusi keberagaman dalam perjuangan iklim. Fionn Ferreira dari Belanda, ilmuwan muda yang memiliki proyek menyaring mikroplastik sebelum mencapai lautan, juga ada di daftar undangan.

KTT WEF Akan Minta Komitmen Para Pengusaha Hapus Emisi Karbon

Indonesia diwakili oleh Melati Wijsen yang memulai inisiatif Bye Bye Plastics di Bali sejak 2019. Bersama saudarinya, Melati mendesak larangan penggunaan kantong dan sedotan plastik serta styrofoam di Pulau Dewata. Gary Bencheghib, sutradara dari Prancis yang membuka mata dunia lewat dokumenternya mengenai polusi Sungai Citarum, juga diundang.

Sementara dari kalangan pengusaha, pejabat, dan pembuat kebijakan antara lain PM Finlandia Sanna Marin, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, Pendiri Huawei Technologies Ren Zhengfei, Managing Director IMF Kristalina Georgieva, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, chairman Soros Fund Management George Soros, dan Presiden AS Donald Trump.

Trump diundang pada KTT WEF 2019 tetapi tidak datang karena terjadi shutdown pemerintahan. Tahun ini, Trump mengatakan akan menghadiri KTT WEF. Pernyataan Trump akan menjadi sorotan karena dia dilihat sebagai pemimpin yang tidak percaya akan dampak perubahan iklim setelah menarik AS dari Perjanjian Iklim Paris karena dianggap "merugikan industri AS".



Sumber: BeritaSatu.com