Kedatangan Wisatawan Global 2019 Ukir Rekor 1,5 Miliar

Kedatangan Wisatawan Global 2019 Ukir Rekor 1,5 Miliar
Sejumlah turis asing berfoto bersama saat mengunjungi Candi Borobudur di Magelang. ( Foto: Antara/Maulana Surya )
Dwi Argo Santosa / DAS Selasa, 21 Januari 2020 | 13:24 WIB

Madrid, Beritasatu.com – Kedatangan wisatawan internasional secara global pada 2019 mencetak rekor yakni mencapai 1,5 miliar. Angka ini naik 4% dari tahun sebelumnya. Selama sepuluh tahun terakhir jumlah kedatangan wisatawan internasional terus meningkat.

Laporan Barometer Pariwisata Dunia United Nation World Tourism Organization (UNWTO) menyebutkan, di antara ketidakpastian ekonomi pada 2019 pariwisata menjadi sektor ekonomi terkemuka dan tangguh.

Semua wilayah mengalami peningkatan kedatangan internasional pada tahun 2019. Namun, ketidakpastian seputar isu Brexit, runtuhnya Thomas Cook, ketegangan geopolitik dan sosial serta perlambatan ekonomi global berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih lambat pada 2019 jika dibandingkan 2017 dan 2018. Perlambatan ini berdampak terutama khususnya di Eropa dan Asia Pasifik.

Thomas Cook yang dimaksud dalam laporan itu adalah Thomas Cook Airlines Limited yakni maskapai penerbangan sewaan dan terjadwal Britania Raya yang bermarkas di Manchester, Inggris. Maskapai ini merupakan anggota Thomas Cook Group Airlines dan mengoperasikan penerbangan ke kota-kota wisata di seluruh dunia dari Bandara Manchester dan Gatwick. Namun Thomas Cook Group plc, termasuk Thomas Cook Airlines Limited, dinyatakan bangkrut pada tanggal 23 September 2019 setelah pemerintah mengambil alih operasi perusahaan karena gagal bayar utang.

Dalam laporan yang dirilis dari kantor pusat UNWTO di Madrid, Spanyol, Senin (20/1/2020) disebutkan, kawasan Timur Tengah muncul sebagai wilayah dengan pertumbuhan tercepat untuk kedatangan pariwisata internasional pada 2019. Kawasan ini tumbuh hampir dua kali lipat rata-rata global (+ 8%).

Sedangkan pertumbuhan di Asia dan Pasifik melambat tetapi masih menunjukkan pertumbuhan di atas rata-rata, dengan kedatangan internasional naik 5%.

Eropa di mana pertumbuhan juga melambat dari tahun-tahun sebelumnya (+ 4%) namun dari sisi jumlah kedatangan internasional tetap yang terbesar dibanding kawasan lain yakni 743 juta wisatawan internasional atau 51% dari pasar global.

Benua Amerika (+ 2%) menunjukkan gambaran beragam karena banyak destinasi pulau di Karibia mengkonsolidasikan pemulihan mereka setelah badai 2017.

Data terbatas yang tersedia menunjukkan untuk Afrika pertumbuhannya 4%. Hasil yang lebih kuat terjadi di kawasan Afrika Utara (+ 9%) sementara di Afrika Sub-Sahara tumbuh lebih lambat (+ 1,5%).



Sumber: BeritaSatu.com