Korban Meninggal Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 25 Orang

Korban Meninggal Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 25 Orang
Petugas menyemprotkan disinfektan di Stasiun Hankou, Wuhan, Tiongkok, untuk mengatasi penyebaran virus korona. ( Foto: AFP )
/ WBP Jumat, 24 Januari 2020 | 13:32 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Korban tewas akibat virus korona meningkat menjadi 25 orang di Tiongkok dari sebelumnya 17 orang tewas. Virus juga sudah menjangkit lebih dari 800 orang. Demikian kata pemerintah Tiongkok Jumat (24/1/2020).

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keadaan tersebut darurat, tapi tidak menyebutkan bahwa wabah itu sebagai darurat internasional.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan bahwa hingga Kamis (23/1/2020) ada 830 kasus orang terpapar virus tersebut dan 25 orang meninggal. Sebagian besar kasus muncul di kota Wuhan, tempat virus itu diyakini berasal akhir tahun lalu.

Virus Korona Sampai di Arab Saudi, Seorang Perawat Terinfeksi

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa di sedikitnya tujuh negara lainnya dalam kasus tersebut.

Para pejabat kesehatan khawatir bahwa tingkat penularan bisa meningkat dengan cepat karena ratusan ribu warga Tiongkok pulang kampung dan melakukan perjalanan ke luar negeri selama liburan sepekan dalam rangka Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada Sabtu (25/1/2020).

"Walau demikian, agak terlalu dini untuk menganggap wabah itu sebagai kekhawatiran internasional darurat kesehatan masyarakat", kata ketua panel Komite Kedaruratan WHO Didier Houssin.

Virus Korona Ancam Permintaan Minyak

Houssin berbicara setelah panel tersebut menggelar pertemuan di Jenewa, Swiss. Jika dinyatakan sebagai darurat internasional, negara-negara diharuskan meningkatkan penanganan internasional. "Tapi jangan salah, di China ini adalah keadaan darurat," kata Houssin.



Sumber: Reuters, Antara