Di Davos, CEPI Janji Percepat Pengembangan Vaksin Virus Korona

Di Davos, CEPI Janji Percepat Pengembangan Vaksin Virus Korona
World Economic Forum (WEF). ( Foto: Guardian )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 24 Januari 2020 | 13:57 WIB

Davos, Beritasatu.com - Koalisi untuk Kesiapan dan Inovasi Epidemi (The Coalition for Epidemic Preparedness and Innovations/CEPI) menggelar konferensi pers pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2020 di Davos, Swiss, Kamis (24/1/2020) waktu setempat guna memberikan pembaruan pada virus korona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, Tiongkok

CEPI akan memulai tiga program untuk mengembangkan vaksin melawan virus korona. Selain itu, membangun kemitraan yang sudah ada dengan Inovio dan The University of Queensland, serta bekerja dengan Moderna, Inc., dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Amerika Serikat (AS).

"Mengingat penyebaran virus nCoV-2019 cukup cepat secara global, dunia perlu bertindak cepat dan bersatu untuk mengatasi penyakit ini," kata CEO CEPI Richard Hatchett.

Dia mengatakan, inisiatif CEPI adalah berupaya meningkatkan pekerjaan dan mempercepat pengembangan vaksin virus korona.

"Tidak ada jaminan keberhasilan, tetapi kami berharap karya ini dapat memberikan langkah maju yang signifikan dan penting dalam mengembangkan vaksin untuk penyakit ini," kata Richard Hatchett.

Aspirasi CEPI adalah dengan teknologi ini bisa membawa patogen baru dari urutan gen ke pengujian klinis dalam 16 minggu

Virus ini diyakini telah dimulai di pasar hewan di Wuhan, Tiongkok. Sampai saat ini, telah menewaskan 25 orang dan menginfeksi lebih dari 830 orang di Tiongkok. Setidaknya satu kasus telah dikonfirmasi di Washington, Amerika Serikat.

Sebagai gambaran, CEPI didirikan di Davos pada tahun 2017.



Sumber: WEF