Pertama Kali, Prefektur Oita Tunjuk WNI Jadi Duta Luar Negeri

Pertama Kali, Prefektur Oita Tunjuk WNI Jadi Duta Luar Negeri
Pemerintah Prefektur Oita, salah satu prefektur di Jepang berlokasi di timur pulau Kyushu menunjuk Ananda Setiyo Ivannanto (kanan), warga negara Indonesia untuk menjadi Duta Luar Negeri. ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 26 Januari 2020 | 15:04 WIB

Oita, Beritasatu.com - Pemerintah Prefektur Oita, salah satu prefektur di Jepang berlokasi di timur pulau Kyushu, berpopulasi 1,1 juta orang,  menunjuk  Ananda Setiyo Ivannanto, warga negara Indonesia untuk menjadi Duta Luar Negeri prefektur Oita melalui sebuah upacara resmi. Ananda merupakan warga negara Indonesia pertama yang ditunjuk sebagai Duta Luar Negeri dalam sejarah prefektur yang terkenal dengan pariwisata air panas, kuliner, sejarah, dan pendidikan internasionalnya itu.

Sejak 2011, prefektur Oita menetapkan kebijakan untuk menunjuk Duta Luar Negeri, yang dinamakan Mejiron Overseas Supporter (diambil dari nama burung Mejiro, burung kacamata yang hidup di prefektur Oita) untuk menjadi jembatan antara negaranya dengan prefektur Oita.

Misi khususnya antara lain membantu berbagi informasi dari luar negeri, mempromosikan pariwisata, kuliner, dan budaya Oita, berinteraksi dengan asosiasi-asosiasi dan pemerintah prefektur Oita, dan mendorong kerja sama bisnis dengan perusahaan di Oita.

Ivannanto pernah tinggal di kota Beppu, prefektur Oita untuk menyelesaikan S1 dan S2-nya dari tahun 2004 hingga 2010 di APU, salah satu universitas internasional terkemuka di Jepang yang berlokasi di Beppu, Oita. Saat ini di APU ada 410 mahasiswa Indonesia atau terbanyak kedua setelah Korea Selatan. Setelah menyelesaikan S2-nya, Ivannanto diterima bekerja di A-Wing Group yang bergerak di bisnis energi terbarukan. Mitra usaha patungan A-Wing Group di Indonesia bernama PT Awina Sinergi International juga memiliki anak usaha di bidang lingkungan, dan kesehatan.

Dalam audiensinya dengan pemerintah prefektur Oita yang diwakili Mr. Eiji Nakashima, Direktur Jenderal Departemen Perencanaan dan Promosi, Ivannanto menyampaikan beberapa usulan untuk peningkatan kerja sama Indonesia dengan prefektur Oita. Beberapa
usulan antara lain kerja sama pengembangan pariwisata air panas memanfaatkan panas bumi, pembukaan restoran kuliner Oita, pengembangan sumber daya manusia, dan pengembangan monozukuri (manufaktur Jepang).

Ivannanto juga mengusulkan Oita bekerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia contohnya provinsi Jawa Timur karena Wakil Gubernurnya Dr Emil Elestianto Dardak dahulu juga mahasiswa S2 dan S3 di Ritsumeikan Asia Pacific University di kota Beppu, Jepang. Emil juga merupakan teman seangkatan Ivannanto di APU. Usulan ini disambut baik oleh pemerintah prefektur Oita dan akan ditindaklanjuti.

Setelah upacara resmi penunjukan Duta Luar Negeri, Ivannanto juga diundang oleh pemerintah prefektur Oita untuk memberikan kuliah umum terkait melakukan bisnis di Indonesia yang dihadiri 30 peserta dari latar belakang politisi, pengusaha, peneliti, dan
aktifis di prefektur Oita. Kuliah umum tersebut disimak secara antusias dan setelah kuliah selesai pada saat jamuan makan malam, banyak yang mengutarakan untuk meningkatkan kegiatan dalam berbagai bidang dengan Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com