Malaysia Tangkap Penyebar Hoaks Virus Korona

Malaysia Tangkap Penyebar Hoaks Virus Korona
Petugas di Bandara Soekarno-Hatta mengenakan masker saat menjalankan tugas di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (27/1/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
/ DAS Rabu, 29 Januari 2020 | 11:01 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Komite Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menahan seorang warga yang diduga menyebarkan konten berita palsu (hoaks) mengenai penularan wabah virus korona atau novel coronavirus (2019-nCov) pada 28 Januari 2020.

Direktur Kantor Komunikasi Korporat MCMC, Kamalavacini Ramanathan dalam siaran pers, Rabu (29/1/2020), mengatakan, pelaku seorang laki-laki berumur 34 tahun itu telah ditahan di kediamannya di Bangi, Selangor, Selasa petang untuk membantu penyelidikan terhadap satu konten yang dimuat di laman Facebook pada 26 Januari 2020.

"Konten mengenai wabah korona itu ditemukan palsu. Turut dirampas adalah telepon selular dan kartu sim card milik tersangka  yang dipercayai digunakan untuk memuat konten tersebut di laman Facebook terkait," katanya.

Pelaku diproses di bawah Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia (AKM) 1998 yang memperuntukkan hukuman denda maksimum RM 50.000 atau penjara tidak melebihi tempo satu tahun atau kedua-duanya, dan juga bisa didenda RM 1.000 bagi setiap hari kesalahan dilanjutkan setelah hukuman.

"Tindakan tegas ini adalah salah satu usaha MCMC dan PDRM untuk mengawal penyebaran berita tidak sahih mengenai wabah korona oleh individu-individu yang tidak bertanggung jawab sehingga mampu mengganggu kestabilan negara dan ketenteraman umum," katanya.

Pada 27 Januari, MCMC bersama-sama dengan PDRM telah memberi peringatan bahwa tindakan tegas akan dikenakan terhadap mereka yang menyebarkan konten, kabar angin, atau berita yang tidak sahih mengenai penularan korona di Malaysia.

"Penyebar kabar angin atau berita yang menyebabkan ketakutan bisa didakwa di bawah Pasal 505 KUHP yang mengatur hukuman penjara hingga dua tahun atau denda atau kedua-duanya," katanya.

MCMC dan PDRM bersikap serius akan perbuatan ini dan sedang giat menangkap tiga lagi pelaku untuk membantu penyelidikan.

"Ini menunjukkan ketegasan kedua pihak dalam memastikan tindakan sewajarnya dikenakan kepada mereka yang memulai, berbagi dan menyebarkan berita palsu melalui platform media sosial," katanya.



Sumber: ANTARA