Dokter yang Mengungkap Wabah Virus Korona Akhirnya Meninggal Dunia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dokter yang Mengungkap Wabah Virus Korona Akhirnya Meninggal Dunia

Jumat, 7 Februari 2020 | 06:59 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Hong Kong, Beritasatu.com - Li Wenliang, salah satu dokter yang mencoba mengingatkan publik tentang wabah virus korona, akhirnya meninggal dunia. Rumah Sakit Pusat Wuhan, Tiongkok, Jumat (7/2/2020) mengkonfirmasi tentang kematian dokter yang sempat diperiksa polisi setempat itu.

“Dalam perang melawan epidemi pneumonia dari infeksi virus korona jenis baru, dokter mata rumah sakit kami, Li Wenliang, sayangnya, terinfeksi. Dia meninggal setelah semua upaya yang kami lakukan untuk menyadarkannya. Kami sangat berduka atas kematiannya,” ujar pihak rumah sakit itu di akun resmi Weibo, seperti dikutip scmp.com.

Li yang berusia 34 tahun meninggal pada Jumat pukul 02.58 dinihari waktu setempat.

Sebelumnya, pihak rumah sakit menyatakan kepada media bahwa Li masih hidup, namun dalam keadaan kritis. Namun, pemberitaan sejumlah media, termasuk Beijing News dan Global Times, memicu ucapan berkabung media sosial Tiongkok.

“Kami sangat menyesal mendengar hilangnya pekerja garis depan yang berkomitmen untuk merawat pasien. Kita berduka atas kematiannya bersama rekan-rekannya," kata Michael Ryan, Direktur Program Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Media sosial Tiongkok dibanjiri dengan kemarahan atas kematian Li. Mereka menyalakan lilin dan menuntut agar pihak berwenang meminta maaf atas cara mereka memperlakukan dokter mata itu.

“Tidak ada polisi yang pernah meminta maaf kepada Anda. Anda bisa menjadi pahlawan nasional. Tindakan (aparat) yang melalaikan tugas telah merenggut nyawa Anda bersama dengan beberapa ratus nyawa tak berdosa,” kata seorang pengguna Weibo.

“Teguran Dokter Li akan memalukan dalam sejarah antiepidemi Tiongkok. Dokter Li memberi tahu masyarakat dengan mengorbankan nyawanya. Kantor polisi Wuhan masih belum mengingat pemberitahuan teguran itu bahkan setelah kematiannya,” tulis seorang pengguna Weibo lainnya.

Pada 30 Desember, Li mengingatkan teman-teman sekolah kedokterannya dalam sebuah grup obrolan daring bahwa penyakit mirip SARS telah melanda beberapa pasien di rumah sakit Wuhan. Para pasien itu dikarantina di unit gawat darurat.

Pada hari yang sama ketika dokter Li menyampaikan pesannya, otoritas kesehatan setempat mengumumkan bahwa kota tersebut telah mengkonfirmasi 27 kasus virus jenis baru. Kebanyakan dari mereka terkait dengan pasar makanan laut di Kota Wuhan.

Namun, Li, bersama dengan tujuh orang lain yang berbagi informasi tentang wabah virus korona kemudian dipanggil ke polisi setempat. Mereka lalu dipaksa untuk menandatangani surat yang berjanji untuk tidak membuat pengungkapan lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Pada 1 Januari, stasiun televisi CCTV menuduh delapan dokter di Wuhan menyebarkan apa yang disebut pemerintah sebagai "rumor".

“Dunia siber sama sekali bukan perbatasan tanpa hukum, polisi tidak memiliki toleransi terhadap tindakan ilegal memalsukan atau menyebarkan desas-desus yang mengganggu ketertiban sosial," kata penyiar stasiun televisi itu.

Di akun media sosialnya, Li mengatakan bahwa ia kembali bekerja pada 3 Januari setelah polisi menegurnya. Tetapi, kemudian mulai batuk pada 10 Januari.

“Saya demam pada 11 Januari dan dirawat di rumah sakit pada hari berikutnya. Saat itu, pemerintah masih bersikeras bahwa tidak ada penularan dari manusia ke manusia dan mengatakan tidak ada staf medis yang terinfeksi. Saya bingung,” ujar Li di Weibo pada 31 Januari.

“Tes virus saya masih negatif, tetapi saya kesulitan bernapas. Saya hampir tidak bisa bergerak. Orang tua saya juga dirawat di rumah sakit,” kata Li sehari sebelum dia didiagnosis terinfeksi.

Pada hari yang sama, Li melampirkan teguran dari polisi yang dia tandatangani pada 3 Januari lalu.

"Kami dengan sungguh-sungguh memperingatkan Anda bahwa jika Anda tetap berpegang pada senjata anda dan tetap tidak sabar serta terus terlibat dalam kegiatan ilegal, Anda akan dihukum," tulis polisi Wuhan dalam teguran tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Fiji Akan Buka Kembali Perbatasan, Sambil Perangi Pandemi Covid-19

Fiji berencana untuk membuka kembali bagi pariwisata mancanegara pada November.

DUNIA | 20 September 2021

Bencana Iklim Paksa 100.000 Warga Burundi Mengungsi

Bencana alam yang dipicu oleh perubahan iklim telah memaksa lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumah mereka di Burundi dalam beberapa tahun terakhir.

DUNIA | 20 September 2021

Taliban Minta Bantuan Asing untuk Atasi Pengungsi Afghanistan

Seorang pemimpin Taliban meminta tindakan dan bantuan dari masyarakat internasional, termasuk lembaga donor, untuk mengatasi pengungsi Afghanistan

DUNIA | 20 September 2021

Kebakaran Hutan California Ancam 2.000 Pohon Raksasa Sequoia

Kebakaran hutan di California, Amerika Serikat (AS) mengancam sekitar 2.000 pohon raksasa Sequoia.

DUNIA | 20 September 2021

Presiden Uganda Sambut Inisiatif Kerja Sama Bilateral

Presiden Uganda Yoweri Museveni menyambut anusias insiatif kerja sama bilateral.

DUNIA | 20 September 2021

Akhir September, India Akan Buka Kembali Pariwisata Mancanegara

India berencana untuk membuka kembali pariwisata mancanegara pada akhir September setelah penangguhan akibat pandemi Covid-19.

DUNIA | 20 September 2021

Citra Satelit Buktikan Korut Perluas Fasilitas Nuklir

Citra satelit menunjukkan Korea Utara (Korut) memperluas fasilitas nuklir Yongbyon.

DUNIA | 20 September 2021

Prancis Tuduh Australia Berbohong Soal Kesepakatan Kapal Selam

Prancis menuduh sekutu lama Australia dan AS berbohong atas pakta keamanan sehingga pemerintah Australia membatalkan kontrak untuk membeli kapal selam Prancis

DUNIA | 20 September 2021

Taliban Perintahkan Karyawati Pemkot Kabul Tinggal di Rumah

Taliban memerintahkan karyawati di pemerintah kota Kabul, Afghanistan untuk tinggal di rumah.

DUNIA | 20 September 2021

Malaysia Akan Beri Vaksin Penguat Covid-19

Otoritas Malaysia akan memberikan vaksin penguat Covid-19 pada orang-orang yang berisiko tinggi termasuk garda depan perawatan kesehatan dan orang tua

DUNIA | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Meskipun Diizinkan Masuk Mal, Wagub Riza Imbau Anak Usia di Bawah 12 Tahun Tetap di Rumah

Meskipun Diizinkan Masuk Mal, Wagub Riza Imbau Anak Usia di Bawah 12 Tahun Tetap di Rumah

MEGAPOLITAN | 23 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings