Pemerintah Akan Evakuasi 74 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess

Pemerintah Akan Evakuasi 74 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess
Kapal pesiar Diamond Princess dikarantina di Daikoku Pier Cruise Terminal, Yokohama, Jepang, karena kekhawatiran akan covid-19. ( Foto: AFP )
Lenny Tristia Tambun / JAS Sabtu, 22 Februari 2020 | 10:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan Pemerintah segera melakukan Evakuasi Kemanusiaan tahap 2, yakni membawa pulang 74 WNI yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess yang sedang berlabuh di Yokohama, Jepang.

“Proses evakuasi kemanusiaan akan dilakukan dalam waktu dekat setelah melakukan rapat teknis dengan kementerian/lembaga terkait di dalam negeri dan Pemerintah Jepang khususnya di luar negeri,” kata Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2/2020).

Diungkapkan Fadjroel Rachman, sesuai informasi dari KBRI Jepang dan Kementerian Luar Negeri yang berkomunikasi dan terus memantau, WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess berjumlah 78 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 74 orang dinyatakan sehat, namun 4 orang WNI yang dinyatakan positif terdampak virus korona atau Covid-19.

“Empat orang WNI ini sudah dirawat dengan sangat baik di rumah sakit di Jepang yang memenuhi semua protokol WHO,” ujar Fadjroel Rachman.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menerima laporan terakhir tentang keadaan WNI di Yokohama, Jepang. Tidak hanya itu, Jokowi telah memerintahkan semua pihak di dalam negeri untuk mempersiapkan evakuasi kemanusiaan tahap 2 dari Yokohama (Jepang) ini sebaik mungkin.

“Termasuk memerintahkan Kemenlu dan KBRI untuk terus memantau dan berkomunikasi dengan 78 WNI tersebut serta menyelesaikan semua prosedur evakuasi kemanusiaan tahap 2 dari Yokohama (Jepang) ke Indonesia kepada pihak Pemerintah dan otoritas lainnya di Jepang,” terang Fadjroel Rachman.

Evakuasi Kemanusiaan dan Gotong Royong Kemanusiaan ini, tambah Fadjroel Rachman, membuktikan Pemerintah yang dipimpin Presiden Jokowi berhasil menumbuhkan perasaan saling percaya (trust) saling bahu-membahu bergotong royong dalam menyelesaikan masalah kebangsaan, sosial, dan kemanusiaan bersama-sama.

Fadjroel Rachman menjelaskan sebelumnya Pemerintah Indonesia sudah menorehkan kesuksesan dengan Evakuasi Kemanusiaan tahap 1 atas 238 WNI dari Propinsi Hubei, Tiongkok menuju transit observasi di Natuna.

Kemudian sukses juga menjalankan Gotong Royong Kemanusiaan tahap 1 yaitu mengembalikan 238 WNI dari Hubei ditambah 42 penjemput dan sejumlah kru pesawat ke 30 provinsi di Indonesia yang diterima dengan tulus ikhlas di daerahnya masing-masing dan semuanya sehat wal afiat.

Sesuai Inpres No.4/2019 evakuasi kemanusiaan dan gotong royong kemanusiaan dikoordinasikan oleh dua Menteri Koordinator (Menko), yaitu Menko bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) serta Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).



Sumber: BeritaSatu.com