Mahathir Mundur tetapi Masih Menjabat, Apa yang Sebetulnya Terjadi?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mahathir Mundur tetapi Masih Menjabat, Apa yang Sebetulnya Terjadi?

Selasa, 25 Februari 2020 | 07:45 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Sejak akhir pekan lalu, perkembangan sangat dramatis terjadi di pucuk kekuasaan Malaysia.

Dimulai dengan bibit perpecahan koalisi pemerintah Pakatan Harapan hari Minggu (23/2/2020), disusul dengan langkah mengejutkan Mahathir Mohamad untuk mengajukan pengunduran diri hari berikutnya dan diterima oleh raja Malaysia.

Seharusnya, perkembangan ini dilanjutkan dengan penunjukan Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri yang baru, sesuai janji politik dan kronologi peralihan kekuasaan yang mengantar Mahathir kembali ke kursi perdana menteri pada Mei 2018.

Namun, bukan itu yang terjadi. Raja tetap meminta Mahathir sebagai pelaksana tugas perdana menteri “sampai ditunjuk pengganti yang baru”.

Mahathir sendiri tidak atau belum mengajukan Anwar sebagai penggantinya, dan sebelum ini berkeras baru akan melakukan serah terima jabatan hingga pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), yaitu November tahun ini.

Artinya masih sekitar sembilan bulan lagi, waktu yang cukup untuk melakukan kesepakatan politik atau membentuk koalisi baru.

Dikhianati
Itulah yang dikhawatirkan Anwar. Pada Minggu, dalam video yang ditayangkan di akun Facebook, Anwar mengatakan bahwa dia telah dikhianati para anggota koalisi Pakatan Harapan.

Menurut penuturannya, ada upaya-upaya dari dalam untuk memecah belah koalisi sehingga bisa dibentuk pemerintah yang baru.

Para “pengkhianat” itu termasuk anggota Partai Pribumi Bersatu Malaysia yang didirikan Mahathir dan bahkan kelompok sempalan dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin Anwar sendiri.

Minggu malam, para petinggi parpol dari koalisi pemerintah dan oposisi memang bertemu di Hotel Sheraton, Petaling Jaya, seperti diberitakan Channel News Asia. Selain wakil-wakil Partai Bersatu dan sempalan PKR, juga hadir pemimpin Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), dan Partai Islam se-Malaysia (PAS).

Bersatu, UMNO, dan PAS disebut-sebut akan membentuk koalisi pemerintah yang baru menyingkirkan koalisi Pakatan Harapan, dan dengan demikian juga Anwar.

Baca juga: Kabinet Pakatan Harapan Dibubarkan

Gabungan Partai Sarawak, Partai Warisan Sabah, dan Asosiasi Melayu-Tionghoa (MCA) juga hadir dalam pertemuan itu, plus 130 anggota parlemen.

Sehari setelah pertemuan, Partai Bersatu mengumumkan bahwa mereka mundur dari koalisi Pakatan Harapan dan tetap mendukung Mahathir sebagai PM.

Setelah itu, 11 anggota parlemen menyatakan hengkang dari PKR pimpinan Anwar.

Anwar tidak menuduh Mahathir sebagai dalang pertemuan itu, dan justru mengutip pengakuan perdana menteri bahwa dia tidak terlibat dalam manuver membentuk koalisi pemerintah yang baru.

Janji 2018
Gonjang-ganjing politik Malaysia saat pemilu 2018 diwarnai oleh dugaan skandal “mega korupsi” oleh Perdana Menteri Najib Razak dan memaksa Mahathir “turun gunung” untuk ikut pemilihan.

Dia sudah meninggalkan UMNO karena jengah dengan skandal korupsi di dalam partai itu dan mendirikan Bersatu.

Demi menyingkirkan Najib, Mahathir merangkul Anwar yang ketika itu masih di dalam penjara.

Mereka berdua lalu berjuang di Pakatan Harapan dan berhasil mengalahkan musuh bersama, yaitu UMNO dan Najib, pada Mei 2018. Sebagai pemimpin koalisi, Mahathir didapuk menjadi perdana menteri.

Di hari pertamanya menjabat, Mahathir memohon raja untuk memberikan amnesti kepada Anwar dan dikabulkan, sehingga kawan - lalu musuh - lalu kawannya lagi itu bebas pada 16 Mei 2018.

Saat itulah dia berjanji tidak akan menuntaskan masa jabatan karena usia, dan akan menyerahkan kursi kepada mitra koalisi, tak lain adalah Anwar.

Mahathir mengundurkan diri kemarin, tetapi faktanya dia masih bersedia menjadi perdana menteri interim dan Anwar seperti terkucil di pojokan ketika para petinggi koalisi menggelar pertemuan dengan kubu seberang.

Mahathir dan Anwar, Kawan atau Lawan?
Rakyat Malaysia harus menerima takdir bahwa dalam empat dekade terakhir, panggung politik negara itu didominasi hanya oleh dua pria -- satu pemeran utama dan satu pemeran pendamping.

Mahathir yang telah menjadi perdana menteri selama 22 tahun kembali ke puncak kekuasaan setelah 15 tahun pensiun.

Anwar adalah calon kuat perdana menteri atau “prime minister in waiting” di akhir dekade 1990an dan saat ini status itu kembali dia sandang.

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa meskipun Anwar masih lantang bicara dan masih banyak yang mendengarnya, dia tetap menjadi “pemeran pembantu” di bawah bayang-bayang Mahathir.

Anwar sudah berpolitik ketika masih mahasiswa dengan memimpin organisasi kepemudaan Islam. Pada 1982 dia bergabung dengan UMNO tak lama setelah Mahathir menjadi perdana menteri untuk pertama kalinya. Karir Anwar langsung melejit dengan menduduki sejumlah jabatan menteri.

Puncak karirnya terjadi pada 1993, ketika dia ditunjuk sebagai wakil perdana menteri dan dianggap sebagai calon kuat pengganti Mahathir.

Namun, hubungan dua pria itu menjadi panas terkait sejumlah isu seperti korupsi dan kesulitan ekonomi Malaysia.

Pada puncak krisis finansial 1998, hubungan buruk dua orang itu memuncak karena kritikan Anwar terhadap cara perdana menteri menangani krisis. Anwar pun dipecat dan memicu demonstrasi dari pendukungnya.

Ketika itu Anwar memimpin gerakan “reformasi” seperti yang tengah terjadi di Indonesia.

Setahun berikutnya, Anwar divonis bersalah atas korupsi dan dihukum enam tahun penjara. Pada 2000, dia divonis bersalah melakukan sodomi pada sopirnya dan dihukum sembilan tahun penjara, yang dia jalani bersamaan dengan vonis sebelumnya.

Anwar dan para pendukungnya menilai vonis tersebut sangat politis. Homoseksualitas adalah sebuah kejahatan menurut hukum di Malaysia, tetapi sangat jarang ada pelaku yang divonis bersalah dan dipenjara.

Pada 2003, Mahathir mundur dari jabatan PM setelah 22 tahun berkuasa.

Lalu pada akhir 2004, Mahkamah Agung Malaysia membatalkan vonis sodomi, sehingga Anwar bebas.

Lepas dari penjara, Anwar muncul sebagai tokoh oposisi yang disegani. Dalam pemilu 2008, kelompok oposisi yang dipimpinnya merebut sepertiga kursi parlemen dan menguasai lima negara bagian.

Namun, lagi-lagi dia dijerat dengan kasus sodomi yang diduga dilakukan pada ajudannya, pada tahun gemilang kubu oposisi tersebut.

Pada Januari 2012, Pengadilan Tinggi membebaskan Anwar dari tuduhan itu karena dianggap kurang bukti.

Seperti siaran ulang, dia kembali memimpin oposisi di pemilu 2013 untuk menciptakan hasil sengit melawan koalisi penguasa, Barisan Nasional. Kubu oposisi yang terdiri dari tiga partai memang tidak menang, tetapi Barisan Nasional mengalami penurunan suara paling buruk dalam sejarah Malaysia.

Siaran ulang berlanjut karena pada 2014 pengadilan “membatalkan putusan MA tahun 2004 yang membatalkan vonis sodomi” sehingga dia kembali masuk penjara.

Sepertinya memang ada yang berniat untuk benar-benar menghabisi karir politiknya dengan repetisi yang berlanjut ini. Perlu dicatat bahwa pada 2014 itu dia menjadi calon anggota legislatif dan di atas kertas sangat berpeluang menang di negara bagiannya.

Di luar penjara, situasi politik sangat panas. Mahathir memutuskan keluar dari UMNO dan mendirikan Partai Bersatu, sembari menuntut Najib mundur karena skandal korupsi.

Menjelang pemilu 2018, Mahathir yang sudah “muak” atas kepemimpinan Najib bergabung ke kubu oposisi Pakatan Harapan pimpinan Anwar.

Manuvernya ini membuahkan hasil karena oposisi menang pemilu 9 Mei 2018 dan memuluskan langkah Mahathir untuk kembali menjadi perdana menteri.

Kemenangan Mahathir sebagian karena janjinya untuk membebaskan Anwar -- yang masih sangat populer di kalangan oposisi. Dia juga mengindikasikan untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar setelah dua tahun menjabat.

Niat baik Mahathir dibuktikan dengan menunjuk Wan Azizah, istri Anwar, sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan wakil perdana menteri Malaysia. Azizah juga menjabat sebagai menteri urusan perempuan, keluarga dan masyarakat.

Fakta Penting
Dari perkembangan ini, ada sejumlah fakta penting yang bisa disimpulkan.

1. Koalisi Pakatan Harapan sudah bubar.
2. Duet kerja sama Mahathir-Anwar sudah tidak relevan karena platform sudah bubar.
3. Pembubaran koalisi dimotori oleh Partai Bersatu yang didirikan Mahathir.
4. Partai Bersatu tetap mendukung Mahathir, dengan kata lain menolak Anwar sebagai perdana menteri.
5. Dengan hilangnya Pakatan Harapan, terbuka pintu bagi pembentukan koalisi pemerintah baru dan masuknya partai lain, termasuk UMNO.
6. Mahathir akan tetap memimpin Malaysia hingga setidaknya November tahun ini.

Fakta-fakta ini sangat bertentangan dengan motivasi dan strategi politik yang membawa Mahathir kembali menjadi perdana menteri.

Dengan demikian, prospek Anwar menjadi perdana menteri masih sangat kecil saat ini. Statusnya akan tetap sama, atau mungkin perlu ditambahkan: “prime minister in waiting -- for life.”



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Reuters, BBC, CNA


BERITA LAINNYA

AS Janjikan "Kabar Baik" untuk Bantu Atasi Masalah Iklim Global

Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan "kabar baik" untuk mengatasi kekurangan dana iklim global senilai US$100 miliar.

DUNIA | 21 September 2021

Terlibat Kelompok Mafia, 106 Orang Ditangkap Polisi Spanyol dan Italia

Polisi Spanyol dan Italia menangkap 106 orang yang tergabung dalam sebuah geng yang diduga melakukan pencucian uang untuk kelompok mafia.

DUNIA | 21 September 2021

Dikecam Gedung Putih, Petugas Berkuda Ancam Imigran Haiti dengan Tali Pecut

Pemerintah Amerika Serikat mengkritik penggunaan tali kekang untuk memecut kuda untuk mengancam imigran Haiti.

DUNIA | 21 September 2021

Pemerintah Inggris Adakan Pertemuan Darurat Terkait Harga Gas yang Melambung

Pemerintah Inggris mengadakan pertemuan darurat dengan kelompok-kelompok dari sektor energi dan konsumen pada Senin (20/9/2021).

DUNIA | 21 September 2021

Laporan Tahunan 2021, Bagaimana Kebebasan Berinternet di Indonesia?

Untuk tahun 2021, Indonesia menempati peringkat ke-48 dalam laporan kebebasan berinternet.

DUNIA | 21 September 2021

Survei Kebebasan Berinternet, 20 Negara Lakukan Pemblokiran Akses Internet

Secara total, setidaknya 20 negara memblokir akses Internet orang antara Juni 2020 dan Mei 2021, periode yang dicakup oleh survei.

DUNIA | 21 September 2021

Laporan 2021, Penyerangan Fisik pada Pengguna Internet Terjadi di 41 Negara

Tahun ini juga tercatat, terjadi rekor penyerangan fisik terhadap pengguna sebagai pembalasan atas aktivitas online mereka di 41 negara,

DUNIA | 21 September 2021

Indonesia Dorong Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai

Menlu RI Retno Marsudi menyerukan penggunaan nuklir untuk tujuan damai dalam pertemuan General Conference ke-65 Badan Energi Atom Dunia.

DUNIA | 21 September 2021

Akibat Kekerasan 635.000 Warga Afghanistan Terusir dari Rumah Mereka

PBB mengungkapkan, pada tahun ini 635.000 orang di Afghanistan terusir dari rumah mereka akibat kekerasan.

DUNIA | 21 September 2021

Italia Mulai Berikan Vaksin Booster Covid-19

Italia mulai memberikan vaksin penguat (booster) Covid-19 pada Senin (20/9/2021) setelah prosedurnya mengantongi lampu hijau dari Badan Pengawas Obat Italia.

DUNIA | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Citilink Jadi LCC Kedua Dunia Raih Rating Prokes Bintang 5 dari Skytrax

Citilink Jadi LCC Kedua Dunia Raih Rating Prokes Bintang 5 dari Skytrax

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings