Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal

Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal
Mantan presiden Mesir Hosni Mubarak (tengah), tiba dengan putra-putranya Alaa, (kiri), dan Gamal (kanan), untuk bersaksi, di ruang sidang di Akademi Kepolisian Nasional di Kairo, Mesir, Rabu (26/12). ( Foto: AP / Ahmed Abdel Fattah )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 25 Februari 2020 | 18:44 WIB

Kairo, Beritasatu.com - Mantan presiden Mesir Hosni Mubarak meninggal dunia di Kairo, Selasa (25/2/2020), pada usia 91 tahun.

Mubarak telah memimpin Mesir selama tiga dekade sebelum akhirnya disingkirkan oleh militer pada 2011, ketika merebaknya aksi perlawanan terhadap rezim yang dinilai korup dan otoriter.

Dia didakwa melakukan pembunuhan terhadap para demonstran saat terjadinya revolusi warga dan sempat divonis bersalah. Namun vonis itu kemudian dibatalkan dan Mubarak bebas pada Maret 2017.

Meninggalnya Mubarak dikonfirmasi oleh kantor berita pemerintah Mesir. Dia disebut meninggal saat dalam perawatan di sebuah rumah sakit tentara di Kairo.

Revolusi di Mesir pada 2011 adalah bagian dari Arab Spring, pergolakan di sejumlah negara di Timur Tengah yang menuntut hadirnya demokrasi. Mubarak sempat mendekam di penjara selama enam tahun sebelum akhirnya bebas setelah bandingnya diterima Mahkamah Agung.

Dia dituduh membunuh sekitar 900 demonstran dan awalnya dihukum penjara seumur hidup. Kesehatannya menurun drastis sejak dia mulai didakwa pada 2012. Segera setelah bebas, dia kembali ke rumahnya di kawasan elite Heliopolis di Kairo.

Mubarak dikenal sebagai sekutu Amerika Serikat dan mengambil kebijakan keras terhadap kelompok militan. Di bawah kepemimpinannya, Mesir mendapat bantuan US$ 1,5 miliar per tahun dari AS, bantuan luar negeri AS terbesar kedua setelah Israel.

Mubarak juga meneruskan kebijakan pendahulunya, Anwar Sadat, dengan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Namun di mata jutaan warga Mesir, Mubarak dianggap sebagai diktator yang tak segan menangkap musuh-musuh politiknya. Para pegiat HAM kerap mengkritik kekerasan aparat, penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan batasan terhadap kebebasan berbicara dan berserikat di era pemerintahan Mubarak.

Namun transisi pasca-Mubarak juga tidak mulus. Pada 2013 presiden terpilih Mohammed Morsi, ketua gerakan Ikhwanul Muslimin, juga dipaksa lengser oleh militer. Morsi meninggal dunia di penjara pada 2019. Mesir sekarang dipimpin oleh Presiden Abdel Fattah el-Sisi, seorang tokoh militer.



Sumber: BBC