WHO: Eropa Kini Jadi Episentrum Pandemi Virus Corona

WHO: Eropa Kini Jadi Episentrum Pandemi Virus Corona
Tedros Adhanom Ghebreyesus. ( Foto: AFP )
Asni Ovier / AO Sabtu, 14 Maret 2020 | 11:15 WIB

Jenewa, Beritasatu.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Eropa kini menjadi episentrum pandemi virus corona jenis baru (Covid-19). WHO juga megingatkan bahwa sulit untuk mengetahui kapan puncak dari wabah Covid-19 di Eropa.

“Eropa kini menjadi episentrum pandemi,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers secara virtual di Jenewa, Jumat (13/3/2020) waktu setempat. Tedros mengatakan, keterangan pers dilakukan secara virtual agar para wartawan tidak terinfeksi virus.

Dikatakan, daratan Eropa kini lebih banyak melaporkan kasus dan kematian baru dari Covid-19 dibandingkan Tiongkok. “Saat ini lebih banyak kasus yang dilaporkan (Eropa) setiap hari dibandingkan Tiongkok,” ujarnya.

Virus corona yang pertama kali ditemukan di Tiongkok pada Desember 2019 telah membunuh lebih dari 5.400 orang dengan total kasus sudah lebih dari 145.000 orang. Menurut Tedros, jumlah korban jiwa yang sudah lebih 5.000 orang itu sebagai “sejarah yang tragis”.

Kepala Unit Kedaruratan Penyakit WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan, sulit untuk mengatakan kapan puncak dari pandemik Covid-19. “Sulit untuk menyebutkan kapan puncak pandemik global ini. Kita berharap ini segera berakhir,” ujarnya.

Saat ini negara-negara di dunia, termasuk di Eropa, telah melakukan langkah-langkah dramatis untuk mencegah penyebaran virus, termasuk menutup sekolah dan memperketat pengawasan di perbatasan.

Tedros mengatakan, langkah-langkah itu dapat membantu, tetapi menurutnya negara-negara harus melakukan pendekatan komprehensif. “Tidak hanya melakukan tes. Tidak sekadar melakukan pelacakan. Tidak hanya melakukan karantina. Jangan hanya melakukan pembatasan-pembatasan di masyarakat. Lakukan semua,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya untuk melakukan lebih banyak deteksi, perlindungan, dan pengawasan. “Kamu tidak bisa melawan virus jika tidak tahu di mana dia berada. Jangan biarkan api ini terus membakar. Lihat pengalaman negara lain dengan epidemi yang besar. Mengatakan bahwa ini tidak akan terjadi pada kami akan membuat kesalahan yang mematikan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com