WHO Peringatkan Afrika untuk Kemungkinan Terburuk Kasus Corona

WHO Peringatkan Afrika untuk Kemungkinan Terburuk Kasus Corona
Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: AFP)
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 19 Maret 2020 | 15:13 WIB

Ouagadougou, Beritasatu.com - Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan Afrika untuk 'bersiap terhadap kemungkinan terburuk' dari penyebaran virus corona (Covid-19) di benua itu.

Afrika telah tertinggal di belakang kurva global untuk infeksi dan kematian akibat virus corona, tetapi dalam beberapa hari terakhir telah terlihat peningkatan yang signifikan dalam kasus.

Para ahli telah berulang kali memperingatkan tentang bahaya bagi benua ini, mengingat infrastruktur kesehatan yang lemah, kemiskinan, konflik, sanitasi yang buruk, dan kepadatan kota.

"Afrika harus bangun. Di negara-negara lain kita telah melihat bagaimana sebenarnya virus itu meningkat setelah titik kritis tertentu," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Rabu (18/3/2020).

Pemerintah Burkina Faso, Rabu (18/3/2020), melaporkan kasus kematian pertama pasien yang positif terinfeksi virus corona di negara itu. Laporan mengenai kematian pertama kasus corona di Burkina Faso disampaikan duta negara itu di WHO, setelah Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak negara-negara Afrika bersikap transparan dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk terkait wabah korona.

Otoritas medis di negara bagian Burkina Faso yang miskin, Sahel, mengumumkan jumlah infeksi kasus corona di sana meningkat dari tujuh orang menjadi 27 orang, dan salah satu diantaranya, yakni pasien perempuan lanjut usia (62) telah meninggal dunia pada Rabu (18/3/2020).

Partai oposisi utama negara itu, Union for Progress and Change (UPC), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa korban adalah anggota parlemennya, Rose-Marie Compaore, wakil presiden pertama parlemen.

Tidak Terdeteksi

Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan Afrika telah mencatat 233 kasus infeksi, tetapi memperingatkan angka resmi kemungkinan tidak mencerminkan gambaran lengkap.

"Mungkin kami memiliki kasus yang tidak terdeteksi atau kasus yang tidak dilaporkan," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Afrika Selatan, ekonomi paling maju di benua itu, melaporkan lonjakan lebih dari sepertiga kasus corona, dengan 31 infeksi baru menjadikannya 116 kasus.

Zambia mengumumkan dua kasus corona pertama yang dikonfirmasi, mereka adalah pasangan yang kembali ke ibukota Lusaka dari liburan 10 hari di Prancis.

Pada Rabu (18/3/2020), kasus corona yang terkonfirmasi mencapai lebih dari 600 orang di seluruh Afrika. Dari jumlah tersebut, 16 orang telah meninggal dunia, yakni enam di Mesir, enam di Aljazair, dua di Maroko, satu di Sudan dan satu di Burkina Faso.

Angka-angka itu relatif kecil dibandingkan dengan negara lain di dunia. Hingga Kamis (19/3/2020), pukul 15.00 WIB, angka kematian global akibat corona tercatat mencapai 8.972, dan jumlah kasus yang terkonfirmasi mencapai 219.555 di 176 negara.



Sumber: Suara Pembaruan