1 WNI Kasus Covid-19 di Singapura Meninggal Dunia

1 WNI Kasus Covid-19 di Singapura Meninggal Dunia
lustrasi virus "corona". ( Foto: Antara )
Natasia Christy Wahyuni / HA Sabtu, 21 Maret 2020 | 14:44 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH) Singapura melaporkan dua pasien coronavirus disease 2019 atau Covid-19 telah meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2020). Salah satunya adalah laki-laki warga negara Indonesia (WNI) berusia 64 tahun yang dirawat dalam kondisi kritis sejak 13 Maret 2020 di ICU National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Sedangkan, satu lagi pasien yang meninggal adalah perempuan WN Singapura berusia 75 tahun yang juga dirawat di NCID sejak 23 Februari karena pneumonia. Dua kasus kematian ini tercatat sebagai kematian pertama akibat Covid-19 di Singapura. Sehari sebelumnya, Jumat (20/3/2020), Singapura itu melaporkan nol kematian dari 385 kasus positif virus corona.

MOH Singapura menyatakan WNI itu datang dari Indonesia pada 13 Maret dan langsung dibawa ke ICU di NCID, kemudian dia dikonfirmasi positif Covid-19 pada 14 Maret.

“Dia mengalami komplikasi serius dan akhirnya menyerah kepada penyakitnya setelah sembilan hari berada di ICU pada 21 Maret pukul 10.15 pagi (pukul 11.15 WIB),” sebut pernyataan MOH Singapura.

Ditambahkan, WNI tersebut sebelumnya telah dirawat di rumah sakit (RS) di Indonesia karena pneumonia dan memiliki riwayat penyakit jantung.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengonfirmasi kematian WNI di Singapura itu.

“Sesuai peraturan setempat mengenai privasi, Kedutaan Besar RI (KBRI) Singapura melalui MOH Singapura telah memberikan nomor kontak KBRI kepada pihak keluarga jika memerlukan bantuan terkait pemulasaraan jenazah,” kata Judha.

Judha menambahkan keluarga WNI tersebut belum menghubungi KBRI. “Kita menghormati privasi yang bersangkutan,” tambahnya.

Sementara itu, MOH Singapura menyebut pasien WN Singapura yang meninggal terkonfirmasi Covid-19 pada 23 Februari. Dia juga mengalami komplikasi serius dan akhirnya menyerah kepada penyakitnya setelah 26 hari berada di ICU, sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Jumat pukul 7.25 waktu setempat. WN Singapura itu memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi.

“Kami sangat berdukacita atas kematian mereka. Rasa duka kami bersama keluarga selama masa sulit ini. Kami akan memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada keluarga mereka. Saya memahami bahwa warga Singapura akan terpengaruh dengan kabar ini, tapi kita harus berani dan terus memainkan bagian dalam melawan virus ini,” kata Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong.



Sumber: BeritaSatu.com